Jumali Senin, 22 Juni 2026 12:47 WIB

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Demam pada anak merupakan kondisi yang sering membuat orang tua khawatir, terutama ketika suhu tubuh si kecil meningkat dan disertai perubahan perilaku seperti rewel atau kurang aktif. Namun, kondisi ini tidak selalu menandakan penyakit berbahaya karena demam juga merupakan respons alami tubuh dalam melawan infeksi.
Dalam banyak kasus, demam menjadi mekanisme pertahanan tubuh terhadap virus maupun bakteri. Meski demikian, orang tua tetap perlu memahami kapan demam masih tergolong normal dan kapan harus segera mendapatkan penanganan medis agar tidak terjadi keterlambatan penanganan.
Gejala demam pada bayi dan anak dapat berbeda-beda tergantung usia serta kondisi tubuh masing-masing. Mengacu pada penjelasan yang dikutip dari Parents.com, tanda yang umum muncul meliputi peningkatan suhu tubuh, bayi menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan, serta anak tampak lesu atau tidak seperti biasanya meski sudah cukup istirahat.
Selain itu, gejala lain yang perlu diperhatikan adalah munculnya ruam tanpa sebab jelas, sakit kepala, nyeri tubuh, kekakuan, hingga gangguan pencernaan seperti diare atau muntah berlebihan. Pada kondisi tertentu, demam juga dapat disertai kejang yang membutuhkan perhatian medis segera.
Seorang perawat rawat jalan dari Compass Health Network, Shelby House, menjelaskan bahwa salah satu indikator yang sering membuat orang tua membawa anak ke fasilitas kesehatan adalah suhu tubuh sekitar 100°F atau 37,7°C ke atas, disertai anak yang tampak tidak nyaman, menolak makan atau minum, serta menjadi lebih rewel dari biasanya.
Secara medis, suhu tubuh normal dapat berbeda pada setiap anak tergantung metode pengukuran yang digunakan. Namun, sebagian besar tenaga kesehatan menganggap suhu di atas 38°C sebagai demam yang sebenarnya.
Pengukuran suhu juga memiliki standar berbeda. Misalnya, metode rektal dianggap paling akurat untuk bayi di bawah usia tiga tahun, dengan ambang demam di atas 38°C. Sementara pengukuran melalui telinga, kening, atau mulut memiliki batas yang sedikit berbeda sesuai usia anak.
Dalam kondisi tertentu, orang tua perlu lebih waspada. Berdasarkan panduan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, anak harus segera dibawa ke dokter jika suhu tubuh mencapai 39°C atau lebih, demam berlangsung lebih dari tiga hari, atau bayi berusia di bawah tiga bulan mengalami suhu 38°C ke atas.
Khusus bayi di bawah dua bulan, demam menjadi kondisi yang perlu penanganan segera karena berpotensi menandakan infeksi serius yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah atau urine, bahkan kemungkinan rawat inap.
Penanganan demam pada anak juga berbeda sesuai usia. Pada bayi di bawah dua bulan, semua tindakan harus berdasarkan evaluasi tenaga medis. Sementara bayi usia dua hingga enam bulan dapat diberikan obat penurun panas seperti parasetamol sesuai anjuran dokter jika kondisi masih memungkinkan.
Untuk anak di atas enam bulan, obat seperti parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan sesuai dosis yang dianjurkan, disertai pemantauan kondisi umum anak seperti asupan cairan dan tingkat aktivitas.
Memahami cara membaca gejala demam, mengukur suhu dengan benar, serta mengenali tanda bahaya menjadi langkah penting bagi orang tua dalam menjaga kesehatan anak. Dengan pemahaman yang tepat, kondisi demam dapat dihadapi dengan lebih tenang tanpa kepanikan berlebihan, sekaligus tetap waspada terhadap risiko yang membutuhkan penanganan medis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































