OPINI: Muruah sebagai Fondasi Kehidupan Kampus yang Bermartabat

9 hours ago 3

 Muruah sebagai Fondasi Kehidupan Kampus yang Bermartabat

Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Prof. Dr. Mufdlilah, S.SI.T., M.Sc

Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki tanggung jawab moral. Dalam konteks tersebut, nilai muruah menjadi sangat penting untuk ditanamkan dan diimplementasikan dalam kehidupan kampus. Muruah tidak sekadar dimaknai sebagai kehormatan atau harga diri, tetapi juga sebagai komitmen untuk menjaga martabat diri, nama baik institusi, serta nilai-nilai yang menjadi landasan kehidupan bersama.

Sebagai institusi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga menunjukkan perilaku yang mencerminkan etika, kesantunan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap norma yang berlaku. Dalam hal ini, muruah menjadi salah satu nilai utama yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa sebagai wujud penghormatan terhadap diri sendiri, keluarga, dan institusi yang menaunginya.

Muruah dalam kehidupan kampus tercermin dalam berbagai aspek. Dalam bidang akademik, muruah diwujudkan melalui kejujuran dalam belajar, mengerjakan tugas, mengikuti ujian, dan melakukan penelitian. Mahasiswa yang memiliki muruah tidak akan melakukan plagiarisme, pemalsuan data, maupun berbagai bentuk kecurangan akademik lainnya karena menyadari bahwa keberhasilan sejati diperoleh melalui usaha yang jujur dan bertanggung jawab. Integritas akademik bukan hanya tentang menaati aturan, tetapi juga tentang menjaga kehormatan diri sebagai insan pembelajar.

Selain dalam bidang akademik, muruah juga tampak dalam kehidupan sosial kampus. Sikap menghormati dosen, tenaga kependidikan, sesama mahasiswa, serta menjaga etika dalam pergaulan merupakan bentuk nyata dari implementasi muruah. Kampus merupakan ruang perjumpaan berbagai latar belakang dan pandangan. Oleh karena itu, diperlukan kedewasaan dalam bersikap, kemampuan menghargai perbedaan, serta kesediaan untuk membangun hubungan yang sehat dan saling menghormati. Mahasiswa yang memiliki muruah akan mampu menjaga perilakunya sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Di era digital, tantangan menjaga muruah semakin kompleks. Kebebasan dalam menggunakan media sosial sering kali membuat sebagian individu mengabaikan batas-batas etika dan norma. Padahal, setiap unggahan, komentar, maupun tindakan di ruang digital mencerminkan karakter dan identitas seseorang. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kesadaran bahwa menjaga muruah juga berarti menjaga etika bermedia sosial, menghindari perilaku yang bertentangan dengan nilai moral, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mencederai nama baik diri maupun institusi.

Penegakan tata tertib dan etika kampus merupakan bagian dari upaya menjaga muruah bersama. Sebagaimana ditegaskan oleh UNISA Yogyakarta, pembinaan selalu menjadi langkah awal dalam proses penanganan pelanggaran. Namun, ketika pelanggaran berat terjadi dan terbukti melanggar norma, etika, serta nilai-nilai yang menjadi komitmen bersama sivitas akademika, maka institusi memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Tindakan tersebut bukan semata-mata bentuk hukuman, melainkan upaya menjaga integritas kampus, melindungi nilai-nilai yang dijunjung tinggi, dan memastikan terciptanya lingkungan akademik yang aman, bermartabat, dan kondusif.

Pada akhirnya, muruah bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab kolektif seluruh sivitas akademika. Kampus yang menjunjung tinggi muruah akan melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas yang kuat, serta kemampuan menjadi teladan di tengah masyarakat. Dengan demikian, muruah menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kehidupan kampus yang bermartabat, berkemajuan, dan selaras dengan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan yang menjadi ruh Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Muruah menjaga kehormatan diri, integritas menjaga kepercayaan, dan keduanya menjadi pondasi bagi terwujudnya kampus yang unggul dan bermartabat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |