Obesitas hingga Diabetes Bisa Rusak Hati, Waspadai Sejak Dini

6 hours ago 3

Newswire

Newswire Kamis, 20 Agustus 2026 21:57 WIB

Obesitas hingga Diabetes Bisa Rusak Hati, Waspadai Sejak Dini

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan hati/magnific

Harianjogja.com, JAKARTA—Penyakit hati kini tidak lagi hanya berkaitan dengan infeksi virus hepatitis. Meningkatnya obesitas, diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi membuat gangguan metabolik menjadi salah satu penyebab utama kerusakan hati yang dapat berkembang menjadi sirosis hingga kanker hati.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah Puri Indah Lianda Siregar mengatakan perubahan pola penyakit tersebut perlu menjadi perhatian. Sebab, masih banyak masyarakat yang menganggap hepatitis hanya disebabkan oleh infeksi virus.

Menurut Lianda, peradangan hati juga dapat dipicu faktor noninfeksi, terutama penumpukan lemak berlebih di organ hati dan konsumsi alkohol. Kondisi tersebut menunjukkan gaya hidup menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kesehatan hati.

Obesitas dan Diabetes Berkaitan dengan Perlemakan Hati

Lianda menjelaskan penumpukan lemak di hati yang berkaitan dengan gangguan metabolik dikenal sebagai Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD).

Penyakit tersebut erat kaitannya dengan obesitas, diabetes melitus, hipertensi, serta kadar kolesterol tinggi. Jika tidak ditangani, penumpukan lemak dapat berkembang menjadi peradangan kronis pada hati atau steatohepatitis.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu fibrosis, sirosis, hingga kanker hati. Risikonya tidak kalah serius dibandingkan hepatitis B maupun hepatitis C.

"Penyakit pada organ hati kerap disebut sebagai 'silent killer' karena umumnya tidak menimbulkan tanda atau gejala yang khas pada tahap awal hingga baru disadari ketika kondisinya cukup parah," ujarnya.

Hepatitis B dan C Masih Perlu Diwaspadai

Di sisi lain, hepatitis akibat infeksi virus masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu diperhatikan. Lianda mengatakan hepatitis B dan hepatitis C merupakan jenis yang paling sering berkembang menjadi kronis.

Kondisi tersebut membutuhkan pemantauan dan terapi untuk menekan perkembangan penyakit sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.

Dengan adanya faktor penyebab yang berasal dari gangguan metabolik maupun infeksi virus, kesehatan hati perlu mendapat perhatian sebelum kerusakan berkembang lebih jauh.

Deteksi Dini Bantu Cegah Kerusakan Hati Berlanjut

Lianda menilai deteksi dini menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat.

Selain biopsi yang selama ini menjadi standar penilaian kerusakan hati, kini tersedia metode noninvasif yang dapat membantu proses diagnosis.

Salah satunya adalah FibroScan. Pemeriksaan tersebut menggunakan ultrasonografi khusus untuk menilai elastisitas hati, mendeteksi jaringan parut, serta membantu membedakan peradangan akibat perlemakan hati metabolik atau infeksi virus.

Metode noninvasif tersebut juga menjadi alternatif bagi pasien yang enggan menjalani biopsi karena tidak memerlukan sayatan dan dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Pemeriksaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau perkembangan penyakit sekaligus mengevaluasi hasil pengobatan.

"Semakin cepat dideteksi, penanganan yang tepat dapat mencegah kondisi menjadi lebih parah dan terhindar dari komplikasi. Oleh karena itu, deteksi dini memegang peran penting," katanya.

Dengan demikian, gangguan metabolik seperti obesitas, diabetes melitus, hipertensi, dan kolesterol tinggi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan metabolisme, tetapi juga perlu diperhatikan karena dapat berhubungan dengan kerusakan hati hingga sirosis dan kanker hati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |