Jumali Senin, 22 Juni 2026 10:17 WIB

Foto ilustrasi pabrik ponsel pintar. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan teknologi Nothing mengejutkan industri gadget setelah membatalkan pengembangan penerus CMF Phone 2 Pro. Keputusan ini diambil akibat lonjakan harga komponen memori seperti RAM dan penyimpanan yang dipicu meningkatnya kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global.
Informasi pembatalan tersebut disampaikan oleh salah satu pendiri Nothing, Akis Evangelidis, melalui unggahan di platform X pada Jumat (19/6/2026). Ia mengungkapkan bahwa proyek penerus CMF Phone 2 Pro sebenarnya sudah dalam tahap pengembangan, namun akhirnya dihentikan karena biaya produksi tidak lagi memungkinkan untuk menjaga harga tetap terjangkau di segmen ponsel murah.
“Kami sedang mengembangkan penerusnya, tetapi dengan harga memori seperti sekarang, kami tidak bisa membuat ponsel yang benar-benar terasa lebih baik dengan harga yang masih masuk akal untuk lini CMF,” tulis Evangelidis dikutip dari Marshable.
Lonjakan harga memori terdorong ledakan AI global
Kenaikan harga RAM dan penyimpanan menjadi faktor utama yang menekan strategi produk Nothing. Dalam 18 bulan terakhir, harga DRAM dan flash storage dilaporkan meningkat signifikan seiring melonjaknya permintaan dari industri pusat data dan AI.
Perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Microsoft, Meta Platforms, hingga Alphabet Inc. terus memperluas investasi infrastruktur AI, yang membutuhkan kapasitas memori dalam skala masif. Kondisi ini membuat produsen semikonduktor lebih memprioritaskan pasokan untuk server AI dibanding perangkat konsumen seperti smartphone.
Akibatnya, terjadi perebutan pasokan antara industri AI dan pasar perangkat elektronik, yang berdampak langsung pada kenaikan biaya produksi ponsel.
CEO Nothing, Carl Pei, sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa RAM kini menjadi salah satu komponen paling mahal dalam smartphone. Bahkan dalam beberapa kasus, biaya memori disebut melampaui prosesor dan layar. Ia juga menyebutkan bahwa biaya memori pada lini Phone generasi terbaru mengalami kenaikan berlipat selama proses pengembangan.
CMF Phone 2 Pro yang kini jadi titik balik
CMF Phone 2 Pro sebelumnya dikenal sebagai salah satu smartphone paling kompetitif di kelas harga terjangkau. Dirilis pada April 2025 dengan harga sekitar 279 dolar AS, perangkat ini menawarkan layar AMOLED 120Hz, kamera telefoto 50MP, serta chipset Dimensity 7300 Pro.
Kombinasi spesifikasi dan harga membuatnya disebut sebagai salah satu “best value smartphone” di kelasnya. Namun, pembatalan penerusnya bukan disebabkan oleh penurunan minat pasar, melainkan tekanan biaya produksi yang meningkat tajam akibat krisis komponen.
Menariknya, perangkat tersebut kini bahkan sudah tidak lagi ditampilkan di situs resmi Nothing, meski masih tersedia di beberapa kanal penjualan pihak ketiga.
Dampak ke pasar HP murah global
Keputusan Nothing memicu kekhawatiran lebih luas di industri. Analis menilai kenaikan harga memori berpotensi mendorong kenaikan harga smartphone, tablet, hingga laptop dalam beberapa tahun ke depan.
Segmen ponsel murah menjadi yang paling rentan karena margin keuntungan yang tipis. Setiap kenaikan kecil biaya bahan baku langsung berdampak pada harga jual atau pemangkasan spesifikasi.
Situasi ini juga bisa membuat beberapa produsen menghentikan lini produk budget mereka atau mengurangi inovasi di segmen tersebut.
Masa depan CMF dan strategi Nothing
Hingga kini Nothing belum memastikan apakah akan mengganti proyek penerus CMF Phone 2 Pro dengan model lain atau menunggu stabilisasi harga komponen.
Namun, Evangelidis menegaskan bahwa lini CMF tetap akan berlanjut dengan produk baru di kategori lain. Sementara itu, peluncuran dari merek utama Nothing masih diperkirakan tetap berjalan, menandakan perusahaan belum menghentikan ekspansi di pasar smartphone.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































