Narkoba Manipulasi Dopamin Otak dan Picu Kecanduan

7 hours ago 3

Narkoba Manipulasi Dopamin Otak dan Picu Kecanduan

Peserta menyimak pemaparan materi dalam bedah buku Perang Melawan Narkoba: Situasi, Tren dan Upaya Menghadapinya di Balai Serba Guna Bausasran, Danurejan, Kota Jogja, Jumat (14/8)./ Harian Jogja/Anisatul Umah

JOGJA – Penyalahgunaan narkoba dan psikotropika tidak hanya merusak kondisi fisik, tetapi juga dapat memicu kecanduan berat akibat perubahan sistem dopamin di otak secara drastis.

Hal tersebut disampaikan dalam bedah buku berjudul Perang Melawan Narkoba: Situasi, Tren dan Upaya Menghadapinya yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Balai Serba Guna Bausasran, Danurejan, Kota Jogja, Jumat (14/8).

Pembedah dari Penerbit Bintang Semesta Media, M. Taufiqur Rohman, mengatakan narkoba dapat membuat seseorang merasa terjebak dalam kecanduan dan kesulitan kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat.

Dia menjelaskan narkoba mengandung zat adiktif yang membuat seseorang mengalami ketergantungan. Ketika mengonsumsi narkoba, seseorang mendapatkan rangsangan dopamin secara berlebihan.

“Dopamin adalah hormon kebahagiaan, seperti saat mendapatkan hadiah, bertemu orang terkasih dan lainnya,” kata Taufiqur, Jumat.

Menurutnya, konsumsi narkoba dapat membuat kadar dopamin meningkat berkali-kali lipat. Ketika pasokan dopamin dari narkoba habis, seseorang akan terdorong untuk mengonsumsinya kembali dengan jumlah yang semakin banyak.

Dia juga mengingatkan narkoba kini dapat berkamuflase dalam berbagai barang yang digunakan sehari-hari. Produk tersebut antara lain vape dengan cairan yang mengandung narkoba, permen jeli yang dicampur bahan berbahaya, hingga kue kering.

“Perlu diwaspadai, kalau misalnya ada yang menjual makanan dengan harga yang biasanya puluhan ribu rupiah, dijual dengan murah. Ini perlu diwaspadai,” katanya.

Kasus Narkoba Dinamis

Sementara itu, penyuluh dari BNN Kota Jogja, Luk Luk Sihjati, mengatakan jumlah kasus penyalahgunaan narkoba bersifat dinamis dan dapat mengalami kenaikan maupun penurunan.

Menurutnya, kasus narkoba tidak cukup dilihat dari angka pengungkapan semata karena terdapat persoalan yang lebih kompleks di balik setiap kasus.

Dia menyampaikan berdasarkan data olahan BNNP DIY dan Polresta Yogyakarta, tren pengungkapan kasus narkoba di Kota Jogja pada 2024-2025 meningkat 4,2%, dari 261 kasus menjadi 272 kasus.

Jumlah tersangka juga meningkat 9,3%, dari 345 orang menjadi 377 orang atau bertambah 32 orang.

“Tiga hotspot penyalahguna tertinggi atau kasus pengungkapan tertinggi di wilayah Kota Jogja, Mergangsan, Jetis, dan Umbulharjo,” ujarnya.

Selain itu, kasus yang melibatkan pelajar mengalami lonjakan hingga 300%, dari empat orang menjadi 12 orang yang terungkap. Sementara penduduk yang tidak bekerja turut menyumbang kenaikan hingga empat kali lipat atau 400%, dari tiga orang menjadi 12 orang.

Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiono, mengatakan buku Perang Melawan Narkoba: Situasi, Tren dan Upaya Menghadapinya merupakan salah satu koleksi bertema narkoba yang dimiliki DPAD DIY. Menurutnya, DPAD DIY memiliki sekitar 450.000 judul buku lainnya.

Melalui kegiatan bedah buku tersebut, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dari narasumber mengenai situasi narkoba saat ini, tren penyalahgunaan, serta upaya untuk menghadapinya. Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong minat baca masyarakat.

Budiono mengatakan kegiatan bedah buku diselenggarakan di berbagai lokasi di DIY, bahkan mencapai sekitar 200 titik.

“Ini terselenggara berkat dukungan DPRD DIY untuk mencerdaskan masyarakat,” ujarnya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |