Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap gelombang tsunami akibat gempa bumi dangkal di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpantau di 10 titik pesisir. Gelombang tertinggi tercatat di Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian 0,94 meter.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan gempa tersebut bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Berdasarkan pemutakhiran parameter, episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,41° Lintang Selatan dan 121,39° Bujur Timur.
Lokasi tersebut berada sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman gempa 15 kilometer.
“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Nelly di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Tsunami Terdeteksi di 10 Titik
Stasiun pemantauan BMKG mencatat gelombang tsunami tiba di 10 titik pesisir. Berikut data ketinggian dan waktu kedatangannya:
1. Sikka: 0,20 meter pada pukul 05.03 WIB.
2. Pelabuhan Kewapante-Sikka: 0,38 meter pada pukul 05.16 WIB.
3. Flores Timur: 0,25 meter pada pukul 05.24 WIB.
4. Labuan Bajo: 0,36 meter pada pukul 05.26 WIB.
5. Maurole-Ende: 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.
6. Dompu: 0,17 meter pada pukul 05.29 WIB.
7. Bakalang-Alor: 0,14 meter pada pukul 05.41 WIB.
8. Baubau: 0,30 meter pada pukul 05.47 WIB.
9. Bulukumba: 0,54 meter pada pukul 05.58 WIB.
10. Kolaka: 0,23 meter pada pukul 06.27 WIB.
BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tsunami telah berakhir. Meski demikian, aktivitas gempa susulan masih dipantau secara intensif.
“Peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir, namun gempa susulan masih terus terjadi. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, serta selalu memperbarui informasi dari saluran resmi BMKG,” tutur Nelly.
37 Gempa Susulan Terdeteksi
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan hingga pukul 07.07 WIB telah terdeteksi 37 gempa susulan dengan magnitudo antara 3,6 hingga 6,2.
Dari puluhan gempa susulan tersebut, satu di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
“Di busur belakang Flores ini terdapat potensi gempa maksimum M7.8 hingga M7.9. Berdasarkan catatan sejarah, gempa serupa pernah terjadi pada tahun 1992 dengan kekuatan M7.5 yang menimbulkan kerusakan dan terjadi tsunami. Setelah hampir 30 tahun, pelepasan energi besar kembali terjadi di busur belakang Flores,” terang Wijayanto.
Guncangan gempa juga dirasakan masyarakat dalam sejumlah tingkat intensitas berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI).
Guncangan V MMI, yang dapat membangunkan banyak orang dan dirasakan hampir seluruh penduduk, terjadi di Kota Ende, Kota Borong, serta Kota Ruteng.
Sementara itu, guncangan VI MMI, yang dapat mengejutkan seluruh penduduk hingga berlari keluar rumah, dirasakan di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, dan Kota Bajawa.
Sejumlah Bangunan Rusak
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan pemantauan awal Stasiun Geofisika Kupang bersama BPBD menunjukkan adanya kerusakan di sejumlah wilayah.
Beberapa bagian tembok rumah sederhana dilaporkan roboh di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas Pelabuhan Maumere dan bangunan Hotel Jayakarta Bajo.
“Tim BMKG mulai hari ini diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan survei kerusakan secara menyeluruh,” tambah Teguh.
Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Berton SP. Panjaitan mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas penanganan pascagempa.
“Data terbaru yang masuk mengonfirmasi ada dua orang yang meninggal dunia. Informasi ini terus kami pantau dan verifikasi bersama BMKG, BPBD, Pemda, serta unsur terkait agar dapat mengeluarkan data resmi mengenai total kerusakan dan korban jiwa,” ujar Berton.
BNPB bersama BMKG, BPBD, pemerintah daerah, dan unsur terkait masih melakukan pemantauan serta verifikasi data korban dan kerusakan di wilayah terdampak.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan, terutama apabila terdapat retakan atau kerusakan struktur, serta menjauhi bangunan yang dinilai tidak aman.
Pemantauan terhadap gempa susulan dan dinamika tinggi muka laut dilakukan secara real-time. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.








































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)