Moto3 Berubah Total pada 2028, Motor 689cc Yamaha Gantikan Mesin 250c

6 hours ago 1

Jumali

Jumali Jum'at, 19 Juni 2026 17:47 WIB

Moto3 Berubah Total pada 2028, Motor 689cc Yamaha Gantikan Mesin 250c

Pembalap asal Indonesia Veda Ega Pratama yang bertarung di Moto3 /Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Moto3 akan memasuki babak baru mulai musim 2028 setelah regulator balap dunia menyepakati perubahan besar pada spesifikasi motor yang digunakan. Yamaha ditunjuk sebagai pemasok mesin tunggal untuk kelas pembinaan menuju MotoGP tersebut, sekaligus mengakhiri era panjang persaingan mesin antara KTM dan Honda.

Dilansir dari GPOne, transformasi ini menjadi salah satu perubahan paling signifikan dalam sejarah Grand Prix modern. Tidak hanya mengubah karakter motor yang digunakan para pembalap muda, regulasi baru juga dirancang untuk menekan biaya operasional tim dan menciptakan jalur pembinaan yang lebih efisien menuju Moto2 dan MotoGP.

Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), International Road-Racing Teams Association (IRTA), serta MotoGP Sports Entertainment Group, bersama para pabrikan yang terlibat dalam kejuaraan dunia.

Mesin 689cc Gantikan Motor 250cc

Mulai 2028, Moto3 tidak lagi menggunakan motor prototipe bermesin 250cc satu silinder empat langkah yang selama ini menjadi ciri khas kelas tersebut. Sebagai gantinya, Yamaha akan memasok mesin berbasis Yamaha YZF-R7 berkapasitas 689cc dua silinder paralel.

Mesin baru itu diperkirakan menghasilkan tenaga sekitar 85 hingga 90 horsepower dengan berat minimum motor ditetapkan 120 kilogram. Regulasi juga membatasi harga maksimal satu unit motor di angka 50.000 euro guna menjaga biaya kompetisi tetap terkendali.

Pemilihan basis mesin R7 dinilai sesuai dengan kebutuhan regulator yang menginginkan motor berkapasitas lebih besar tanpa harus mengembangkan mesin baru dari nol.

Selain mampu memenuhi target performa, penggunaan platform produksi massal juga membantu menekan biaya pengembangan yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama di Moto3.

Biaya Tim Turun Drastis

Pengurangan biaya menjadi alasan utama lahirnya regulasi baru.

Pada regulasi saat ini, satu paket motor Moto3 lengkap dapat menelan biaya hingga 170.000 euro setelah memperhitungkan rolling chassis serta beberapa unit mesin cadangan selama semusim.

Dengan sistem baru, biaya awal yang harus dikeluarkan tim diperkirakan turun lebih dari 60 persen karena harga motor dibatasi maksimal 50.000 euro.

Regulator berharap kebijakan tersebut membuat lebih banyak tim mampu bertahan dan bersaing di kejuaraan dunia tanpa harus terbebani biaya pengembangan mesin yang terus meningkat.

Akhir Dominasi KTM dan Honda

Perubahan regulasi juga menandai berakhirnya rivalitas teknis antara KTM dan Honda di Moto3. Selama bertahun-tahun kedua pabrikan tersebut menjadi kekuatan utama di kelas ringan dengan mendominasi kemenangan maupun gelar juara dunia.

Mulai 2028, fokus kompetisi diperkirakan bergeser dari pengembangan mesin menuju kemampuan tim dalam mengoptimalkan sasis, pengaturan motor, strategi balap, dan pengembangan pembalap.

Meski Yamaha menjadi pemasok tunggal mesin, Moto3 tidak sepenuhnya berubah menjadi kejuaraan satu merek.

Pabrikan asal Jepang tersebut hanya menyediakan mesin, sementara sasis balap diperkirakan tetap diproduksi oleh perusahaan spesialis seperti Kalex atau Suter Racing yang telah berpengalaman di Moto2 dan MotoGP.

Perubahan kapasitas mesin dari 250cc menjadi 689cc diyakini akan memperkecil kesenjangan performa antara Moto3 dan Moto2.

Saat ini Moto2 menggunakan mesin tiga silinder 765cc dari Triumph Motorcycles. Dengan hadirnya mesin 689cc, karakter tenaga dan torsi motor Moto3 akan lebih mendekati kelas menengah tersebut.

Kondisi itu diyakini membantu pembalap muda beradaptasi lebih cepat ketika naik kelas, sekaligus menciptakan jenjang pembinaan yang lebih selaras menuju MotoGP.

Sejumlah media Eropa melaporkan pengumuman resmi regulasi Moto3 generasi baru akan dilakukan pada akhir pekan Grand Prix Jepang di Motegi. Sementara prototipe pertama motor baru disebut bakal diperkenalkan kepada publik pada ajang Dutch TT Assen akhir Juni 2026.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, musim 2027 akan menjadi tahun terakhir penggunaan motor Moto3 generasi saat ini sebelum era baru resmi dimulai pada 2028.

Transformasi tersebut berpotensi menjadi titik balik penting dalam sejarah balap Grand Prix karena tidak hanya mengubah spesifikasi teknis motor, tetapi juga model bisnis, struktur kompetisi, dan sistem pembinaan pembalap menuju level tertinggi MotoGP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |