Jumali Minggu, 12 Juli 2026 20:07 WIB

Lionel Messi berbicara dengan Joao Pinheiro/ AP Photo
Harianjogja.com, JOGJA—Lionel Messi disorot oleh banyak orang saat membela Argentina melawan Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7/2026) di Kansas City Stadium, Amerika Serikat. Dalam laga tersebut, alih-alih disorot karena tidak mampu mencetak gol, Messi justru dibicarakan karena sempat beradu mulut dengan wasit asal Portugal yang memimpin laga tersebut, Joao Pinheiro.
Insiden yang terekam jelas oleh kamera televisi tersebut langsung viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola. Ketegangan itu bermula ketika Swiss bersiap untuk mengambil tendangan bebas, di mana Messi berdiri sebagai bagian dari pagar hidup pertahanan Argentina. Messi tampak sangat frustrasi dengan instruksi yang diberikan oleh wasit Pinheiro terkait jarak mundurnya pagar hidup Argentina.
Pemain bernomor punggung 10 itu tertangkap kamera melakukan protes keras dan bertukar kata-kata dengan sang pengadil lapangan dalam jarak dekat. Tak butuh waktu lama, apa yang dikatakan Messi ke Pinheiro langsung beredar. Messi ternyata tidak suka dengan cara Pinheiro berbicara kepadanya.
“Bicara yang sopan dengan saya. Jangan rendahkan saya. Bicara yang sopan. Saya berbicara sopan denganmu,” kata Messi sambil menunjuk jarinya ke muka Pinheiro, dikutip dari Times of India.
Mendengar kritikan itu, Pinheiro terlihat berupaya menenangkan Messi. Berkali-kali tangannya menunjukkan gestur agar Messi meredam kekesalannya. Untungnya kegaduhan tersebut tidak berlanjut panjang dan pertandingan pun bisa berjalan normal kembali.
Meski sempat diwarnai ketegangan emosional, laga itu sendiri sebenarnya diawali dengan sangat sempurna oleh skuad asuhan Lionel Scaloni. Pertandingan baru berjalan 10 menit ketika Messi mengirimkan umpan sepak pojok yang sangat akurat dari sisi kiri. Umpan matang tersebut langsung disambut dengan sundulan bertenaga oleh Alexis Mac Allister untuk membawa Argentina memimpin 1-0.
Assist ini menjadi yang ke-10 bagi Messi di Piala Dunia, sekaligus memecahkan rekor Diego Maradona. Swiss yang tertinggal tidak tinggal diam dan memberikan perlawanan yang sangat sengit sepanjang babak pertama. Pertarungan lini tengah yang ketat membuat kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih lainnya. Argentina pun harus puas mempertahankan keunggulan tipis satu gol mereka hingga waktu turun minum tiba.
Memasuki babak kedua, petaka sempat menghampiri juara bertahan ketika Swiss berhasil menyamakan kedudukan melalui aksi Dan Ndoye. Gol penyeimbang tersebut lahir lewat kerja sama satu-dua yang rapi di depan kotak penalti Argentina, yang gagal dibendung oleh Emiliano Martinez meski sang kiper sebelumnya sempat melakukan dua penyelamatan krusial.
Namun, harapan Swiss untuk menciptakan kejutan besar harus runtuh pada menit ke-72 ketika penyerang andalan mereka, Breel Embolo, diganjar kartu kuning kedua setelah peninjauan VAR membuktikan dirinya melakukan diving. Unggul jumlah pemain membuat Argentina langsung mendominasi sisa waktu pertandingan di waktu normal, walau kiper Swiss Gregor Kobel sempat melakukan penyelamatan gemilang atas tendangan salto Lisandro Martinez.
Kebuntuan Argentina akhirnya pecah di babak perpanjangan waktu berkat aksi memukau Julian Alvarez yang menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan melengkung ke pojok atas gawang Swiss. Kemenangan Albiceleste kemudian dikunci menjadi 3-1 oleh Lautaro Martinez yang menyambar bola muntah hasil serangan balik cepat di menit-menit akhir pertandingan.
Hasil manis di Kansas City ini tidak hanya memastikan langkah Argentina lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2026 untuk menantang Inggris di Atlanta, tetapi juga memperpanjang rekor impresif mereka. Argentina kini tercatat selalu berhasil mencetak gol dalam 15 pertandingan berturut-turut di ajang Piala Dunia, yang menjadi salah satu rentetan gol terpanjang dalam sejarah turnamen, demi ambisi mereka mempertahankan gelar juara dunia.
Kapten Argentina itu juga menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak pada fase gugur Piala Dunia, dengan total 15 gol dan assist. Semifinal melawan Inggris akan menjadi pertemuan pertama kedua tim di Piala Dunia sejak 2002 dan pertama kalinya di babak semifinal. Publik sepak bola kini menanti apakah Argentina mampu melanjutkan tren positif ini atau Inggris yang akan menghentikan langkah juara bertahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































