Menuju Full Pedestrian, Akses ke Malioboro Dirombak Bertahap

9 hours ago 3

Menuju Full Pedestrian, Akses ke Malioboro Dirombak Bertahap

Jalur pedestrian Malioboro, Jogja, Rabu (9/2/2022)./Harian Jogja-Maya Herawati

Harianjogja.com, JOGJA—Transformasi kawasan Malioboro menuju full pedestrian terus dimatangkan. Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan masa transisi berjalan mulus tanpa mengurangi kenyamanan wisatawan.

Kepala Dispar DIY, Imam Pratanadi, menegaskan perubahan ini bukan sekadar penataan fisik, melainkan pergeseran cara wisatawan menikmati Malioboro. Karena itu, fase transisi menjadi krusial dan harus dikelola secara terukur.

Salah satu langkah utama adalah memperkuat komunikasi kepada wisatawan sebelum tiba di Jogja. Informasi terkait akses terbaru akan disebarluaskan secara masif melalui berbagai kanal, mulai dari website pariwisata, media sosial, Online Travel Agent (OTA), hingga hotel dan biro perjalanan.

“Yang berubah bukan aksesnya ditutup, tetapi cara mencapainya yang diatur agar lebih nyaman, aman, dan berkualitas,” ujar Imam, Sabtu (11/7/2026).

Akses Diarahkan ke Parkir dan Transportasi Publik

Selain komunikasi, Dispar DIY juga menyiapkan sistem penunjuk arah yang lebih jelas menuju kantong parkir, halte Trans Jogja, layanan shuttle, serta jalur pedestrian. Langkah ini diharapkan memudahkan wisatawan beradaptasi dengan pola mobilitas baru di kawasan Malioboro.

Pelaku industri pariwisata pun didorong aktif memberikan informasi kepada tamu, baik sebelum kedatangan maupun saat proses check-in. Dengan demikian, wisatawan sudah memiliki gambaran akses sejak awal perjalanan.

Tak hanya itu, monitoring persepsi wisatawan selama masa transisi juga akan dilakukan secara berkala. Evaluasi ini penting agar setiap kendala di lapangan bisa segera ditangani.

Kolaborasi Lintas Sektor

Dispar DIY menggandeng berbagai pihak, mulai dari Dinas Perhubungan DIY, Pemkot Jogja, hingga asosiasi pariwisata seperti ASITA, PHRI, GIPI, dan HPI. Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh informasi yang beredar tetap seragam dan tidak membingungkan wisatawan.

Di sisi lain, pengaturan teknis seperti lalu lintas, kantong parkir, hingga layanan shuttle menjadi kewenangan Dinas Perhubungan dan pemerintah kota. Dispar berfokus memastikan kebutuhan wisatawan tetap terpenuhi.

Bank informasi terkait parkir, jalur shuttle, dan titik penjemputan juga akan diintegrasikan dalam promosi wisata. Hotel dan operator transportasi turut dilibatkan dalam skema mobilitas baru ini.

Target November 2026

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyebut target penerapan kawasan full pedestrian dipatok pada November 2026. Meski demikian, implementasinya dilakukan bertahap dengan berbagai penyesuaian.

Salah satu fokus utama saat ini adalah penataan akses jalan sirip di sekitar Malioboro. Nantinya, kendaraan masih dapat melintas dua arah di jalan tersebut, namun tidak diperbolehkan langsung masuk ke Jalan Malioboro.

“Yang menjadi perhatian utama saat ini adalah pengaturan jalan sirip agar tidak ada lagi kendaraan yang langsung masuk ke Malioboro,” jelasnya.

Dorong Lama Tinggal dan Belanja Wisatawan

Pemda DIY optimistis konsep pedestrian akan meningkatkan kualitas wisata. Kawasan yang lebih ramah pejalan kaki diyakini mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama, berjalan lebih banyak, serta meningkatkan belanja di UMKM dan toko di sepanjang Malioboro.

Transformasi ini juga diyakini akan memperkuat citra Jogja sebagai destinasi budaya kelas dunia. Ukuran keberhasilan pun tak lagi sekadar jumlah kendaraan, melainkan pengalaman wisatawan selama berada di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |