Libur Program MBG, Harga Bahan Pokok di Sleman Kompak Turun

1 hour ago 2

Libur Program MBG, Harga Bahan Pokok di Sleman Kompak Turun

Ilustrasi harga pangan./Harian Jogja-Desi Suryanto

Harianjogja.com, SLEMAN — Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman mengalami penurunan signifikan sepanjang Juni 2026. Komoditas seperti cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, hingga bawang merah tercatat mengalami koreksi harga, seiring melemahnya permintaan di pasaran.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman menduga penurunan harga ini dipengaruhi oleh liburnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Berkurangnya penyerapan bahan pangan untuk program tersebut berdampak langsung pada turunnya permintaan.

Sekretaris Disperindag Sleman, Aris Herbandang, mengatakan kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang memicu penurunan harga di tingkat pasar.

“Selama libur sekolah, program MBG ikut berhenti sementara. Hal ini berdampak pada penurunan permintaan sejumlah komoditas, sehingga harga ikut terkoreksi,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Penurunan harga juga dirasakan para pedagang. Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Godean, Eni Yuliyanti, menyebut tren penurunan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir Juni, terutama pada komoditas telur ayam ras.

“Memang harga bahan pokok di Pasar Induk Godean turun. Paling terasa pada telur ayam, dan kemungkinan ada kaitannya dengan liburnya program MBG,” katanya.

Berdasarkan data Disperindag Sleman, penurunan paling tajam terjadi pada kelompok cabai. Harga cabai rawit merah anjlok dari Rp70.482 per kilogram pada awal Juni menjadi Rp47.750 per kilogram di akhir bulan. Cabai merah keriting turun dari Rp51.679 menjadi Rp35.054 per kilogram, sementara cabai merah besar turun dari Rp55.633 menjadi Rp48.388 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada cabai rawit hijau yang melemah dari Rp53.125 menjadi Rp50.375 per kilogram, serta bawang merah dari Rp49.179 menjadi Rp45.018 per kilogram.

Dari sektor protein hewani, harga daging ayam ras turun dari Rp34.857 menjadi Rp32.089 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras juga ikut turun dari Rp25.509 menjadi Rp24.589 per kilogram.

Beberapa komoditas lain turut mengalami koreksi harga, seperti gula pasir curah yang kembali turun menjadi Rp17.498 per kilogram pada akhir Juni. Minyak goreng curah juga melemah tipis dari Rp20.530 menjadi Rp20.218 per kilogram.

Meski mayoritas bahan pokok mengalami penurunan, sejumlah komoditas justru menunjukkan tren kenaikan. Harga beras premium naik dan bertahan di level Rp15.575 per kilogram, sedangkan beras medium meningkat menjadi Rp12.368 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada daging sapi. Harga daging sapi paha belakang naik hingga Rp161.250 per kilogram, sementara paha depan mencapai Rp160.000 per kilogram di akhir Juni.

Selain itu, bawang putih turut mengalami lonjakan harga. Bawang putih kating naik dari Rp33.250 menjadi Rp39.089 per kilogram, sedangkan bawang putih honan meningkat dari Rp29.929 menjadi Rp36.911 per kilogram.

Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti kedelai, tepung terigu, dan minyak goreng kemasan premium cenderung stabil dengan fluktuasi tipis sepanjang Juni.

Dengan dinamika tersebut, Disperindag Sleman akan terus memantau pergerakan harga, terutama menjelang berakhirnya masa libur sekolah yang diperkirakan akan kembali meningkatkan permintaan bahan pokok di pasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |