Akses Internet Sekolah Digenjot, Target 2026 16.557 Satuan Pendidikan

4 hours ago 2

Akses Internet Sekolah Digenjot, Target 2026 16.557 Satuan Pendidikan

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam Konferensi Pers di Kantor Bakom RI, di Jakarta, Kamis (2/7/2026). ANTARA/HO-Bakom RI/aa.

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah terus mempercepat digitalisasi pendidikan dengan menargetkan perluasan akses internet ke 16.557 satuan pendidikan pada 2026. Angka ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan target 2025 yang mencapai 8.265 sekolah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyebut langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung Program Digitalisasi Pembelajaran yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Pada 2025 sebanyak 8.265 sekolah telah menerima akses internet. Tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi 16.557 satuan pendidikan,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini sekitar 77 persen satuan pendidikan di Indonesia telah terhubung dengan jaringan internet. Sementara itu, sekitar 23 persen lainnya masih menjadi prioritas pemerintah, terutama sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Perluasan konektivitas ini dinilai krusial untuk menciptakan pemerataan kualitas pendidikan. Dengan akses internet yang memadai, siswa dan guru di berbagai daerah diharapkan memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran.

“Ini bukan hanya soal jaringan, tetapi tentang keadilan akses pendidikan. Semua siswa harus punya peluang yang sama untuk belajar berbasis digital,” kata Qodari.

Selain memperluas jaringan internet, pemerintah juga mengembangkan Ekosistem Rumah Pendidikan sebagai platform terpadu layanan pendidikan digital. Platform ini mengintegrasikan berbagai layanan, termasuk Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pembelajaran.

Melalui integrasi ini, pemerintah ingin menghadirkan sistem pendidikan yang lebih efisien, mudah diakses, dan berbasis data. Berbagai fitur dalam ekosistem tersebut memungkinkan pengelolaan sekolah hingga proses belajar mengajar dilakukan secara lebih terukur.

Qodari mengungkapkan, pemanfaatan platform digital pendidikan saat ini terus meningkat. Ruang Murid tercatat memiliki sekitar 1,3 juta pengguna aktif setiap bulan. Sementara itu, lebih dari 280.000 sekolah telah menggunakan Ruang Sekolah atau Rapor Pendidikan untuk mendukung pengelolaan berbasis data.

Menurutnya, tren ini menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan mulai berjalan dan diterima oleh berbagai pihak.

“Digitalisasi pendidikan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dengan konektivitas yang semakin luas dan platform yang terintegrasi, kualitas pendidikan diharapkan meningkat secara merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah optimistis, dengan percepatan infrastruktur dan penguatan ekosistem digital, kesenjangan pendidikan antarwilayah dapat ditekan, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |