Harianjogja.com, JAKARTA—Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, menegaskan timnya tidak memiliki rasa gentar menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026. Kepercayaan diri tersebut muncul setelah La Furia Roja sukses menyingkirkan Belgia dan memiliki catatan positif dalam dua pertemuan terakhir melawan Les Bleus.
Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis dijadwalkan berlangsung di Stadion Dallas, Amerika Serikat (AS), Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Meski menghadapi lawan yang berstatus tim paling produktif di turnamen dengan torehan 16 gol, Yamal memastikan Spanyol datang dengan keyakinan penuh.
"Ada dua kemungkinan: mereka mencapai final Piala Dunia ketiga secara beruntun, atau kami mengalahkan mereka untuk ketiga kalinya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi kami sama sekali tidak takut," ujar Yamal, dikutip dari laman resmi FIFA, Sabtu.
Spanyol Bermodal Pertahanan Terbaik
Spanyol melangkah ke empat besar setelah mengalahkan Belgia 2-1 melalui gol dramatis Mikel Merino pada menit-menit akhir pertandingan di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu.
Kemenangan tersebut sekaligus membawa La Furia Roja kembali menembus semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjuarai edisi 2010 di Afrika Selatan.
Hingga babak semifinal, Spanyol juga menjadi tim dengan pertahanan terbaik di Piala Dunia 2026 setelah hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Di sisi lain, Prancis tampil sebagai tim paling tajam dengan koleksi 16 gol, menjadikan duel kedua tim diprediksi berlangsung sengit.
Punya Rekor Positif atas Prancis
Optimisme Yamal juga didukung catatan pertemuan Spanyol melawan Prancis dalam dua laga terakhir.
La Furia Roja mampu mengalahkan Les Bleus dengan skor 2-1 pada semifinal Piala Eropa 2024, kemudian kembali menang dramatis 5-4 pada final UEFA Nations League 2025.
"Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Kami kembali ke semifinal. Memang itulah tujuan kami datang ke sini, memainkan pertandingan seperti ini dan memenangkannya. Sekarang waktunya beristirahat dan mulai memikirkan laga melawan Prancis,” kata pemain FC Barcelona tersebut.
Tak Terobsesi Jumlah Gol
Pada pertandingan melawan Belgia, Yamal dinobatkan sebagai pemain terbaik meski tidak mencetak gol maupun assist. Penampilannya di sektor kanan serangan dinilai memberi kontribusi besar terhadap permainan Spanyol.
Sejauh ini pemain berusia 18 tahun tersebut baru mengoleksi satu gol di Piala Dunia 2026. Namun, menurutnya, keberhasilan tim jauh lebih penting dibanding statistik individu.
Yamal mengingatkan bahwa saat Spanyol menjadi juara Piala Eropa 2024, dirinya juga hanya mencetak satu gol sepanjang turnamen.
"Saya rasa semua orang terlalu memikirkan soal jumlah gol. Kami menjuarai Piala Eropa ketika saya hanya mencetak satu gol. Saat itu saya hanya membuat satu gol, dan sekarang saya juga sudah mencetak satu gol. Jadi semua orang bisa tenang,” kata Yamal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































