
Garis polisi dipasang di area Warung makan Mie dan Babi Tepi Sawah yang dibakar orang tak dikenal di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sabtu (12/9/2026). /Solopos-Bony Eko Wicaksono.
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Empat pria bertopeng mendatangi Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Dusun Sudimoro, Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Mereka mengancam penjaga malam menggunakan senjata tajam sebelum membakar bangunan semipermanen di bagian depan warung.
Keempat pelaku datang berboncengan menggunakan dua sepeda motor. Mereka kemudian mendobrak pintu bangunan semipermanen yang digunakan sebagai tempat beristirahat penjaga malam.
Pemilik Warung Mi dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, mengatakan saat kejadian terdapat dua penjaga malam di lokasi. Penjaga bernama Ali berada di bangunan semipermanen bagian depan, sedangkan penjaga lainnya beristirahat di bagian belakang warung.
“Mereka lantas mendobrak pintu dan membangunkan penjaga malam di bagian depan bernama Ali,” kata Jodi saat ditemui Espos, Sabtu (12/9/2026).
Setelah Ali terbangun, salah satu pelaku menodongkan pisau dan memintanya keluar dari kamar. Pada saat bersamaan, pelaku lainnya merusak bangunan semipermanen tersebut dan menyiramkannya dengan bensin.
Penjaga Diancam Sebelum Bangunan Dibakar
Bangunan semipermanen yang berada di bagian depan warung kemudian dibakar oleh para pelaku. Api meludeskan bangunan yang lokasinya berada di samping kamar mandi tersebut.
Ali tidak mengalami penganiayaan. Namun, penjaga malam itu diancam menggunakan senjata tajam dan diminta jongkok di halaman warung sambil berhitung.
“Ali diminta jongkok di halaman warung dan berhitung satu-1.000. Pelaku tidak melakukan penganiayaan, hanya mengancam menggunakan sajam. Mereka langsung melarikan diri setelah membakar bangunan semipermanen di bagian depan,” ujar Jodi.
Setelah keempat pelaku kabur, Ali berlari menuju bagian belakang warung untuk membangunkan penjaga malam lainnya. Keduanya kemudian mencari pertolongan kepada karyawan pabrik yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Karyawan pabrik selanjutnya membantu melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Sebanyak 11-12 APAR digunakan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
“Awalnya, proses pemadaman dibantu karyawan pabrik menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Tadi habis 11-12 APAR. Kemudian, baru menghubungi pemadam kebakaran Satpol PP Sukoharjo,” papar Jodi.
Gudang dan Sejumlah Barang Terbakar
Pantauan di lokasi pada Sabtu, garis polisi terpasang melintang di depan warung makan. Bangunan semipermanen di bagian depan warung tampak ludes terbakar.
Jodi menjelaskan bangunan tersebut sebenarnya difungsikan sebagai gudang. Sejumlah barang yang berada di dalamnya ikut terbakar, termasuk mesin genset, satu sepeda motor milik Ali, serta barang-barang bekas.
“Bangunan yang dibakar itu sebenarnya gudang. Barang yang terbakar seperti mesin genset, satu sepeda motor milik Ali, dan barang bekas,” papar dia.
Akibat kejadian tersebut, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta.
Jodi mengatakan pihaknya masih menunggu tim penasihat hukum sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sukoharjo.
Warung Sebelumnya Jadi Polemik
Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, diketahui telah menjadi polemik selama berbulan-bulan. Warga setempat sebelumnya menolak keberadaan warung makan nonhalal tersebut.
Penolakan itu dilatarbelakangi penilaian warga bahwa keberadaan warung menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































