Jumali Minggu, 21 Juni 2026 20:57 WIB

Veda Ega Pratama /Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Performa pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama di ajang Moto3 Ceko 2026 menuai apresiasi setelah berhasil bangkit dari posisi start sulit dan finis di lima besar pada balapan yang digelar di Sirkuit Brno, Minggu (21/6/2026) sore WIB.
Pembalap Honda Team Asia itu harus memulai balapan dari posisi ke-20 setelah dijatuhi penalti turun 12 grid akibat pelanggaran pada sesi kualifikasi. Namun, begitu lampu hijau menyala, Veda langsung menunjukkan agresivitas tinggi dengan melesat naik 11 posisi hanya dalam satu lap pertama.
Performa impresif tersebut berlanjut di awal balapan. Pada lap berikutnya, ia berhasil merangsek ke posisi tujuh, sebelum mencatatkan waktu tercepat di lap keempat yang membawanya naik ke posisi lima. Meski sempat turun satu posisi, Veda tetap mampu menjaga ritme dan bersaing di grup depan.
Memasuki fase akhir balapan, pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu mulai mengalami penurunan performa ban yang membuatnya kesulitan melakukan serangan lebih agresif. Namun, dua lap menjelang finis, Veda berhasil melakukan manuver penting untuk menyalip David Almansa dan Álvaro Carpe, sebelum akhirnya mengamankan posisi kelima.
Hasil tersebut memberinya tambahan 11 poin penting dalam klasemen Moto3 2026. Persaingan Rookie of the Year juga semakin ketat, dengan Veda kini mengoleksi 82 poin. Ia tertinggal 20 poin dari Brian Uriarte yang finis kedua di Brno, sementara Hakim Danish naik ke posisi ketiga klasemen dengan 73 poin setelah meraih kemenangan di seri tersebut.
Performa di Brno ini menunjukkan perkembangan signifikan Veda dalam adaptasi di level Moto3. Meski menghadapi penalti dan tekanan besar sejak awal balapan, ia mampu menjaga konsistensi kecepatan dan menunjukkan kemampuan bersaing dengan rombongan terdepan.
Namun demikian, persoalan degradasi ban di fase akhir menjadi catatan penting bagi tim. Jika aspek ini dapat diperbaiki, peluang Veda untuk kembali bersaing di podium terbuka lebar pada seri-seri berikutnya.
Secara keseluruhan, finis di posisi kelima dari start P20 menjadi bukti bahwa mental dan kecepatan Veda mulai terbentuk di level tertinggi balap motor dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































