Jelang Lawan Argentina, Kapten Tanjung Verde Terseret Dugaan Perkosaan

9 hours ago 4

Jumali

Jumali Senin, 29 Juni 2026 15:37 WIB

Jelang Lawan Argentina, Kapten Tanjung Verde Terseret Dugaan Perkosaan

Ryan Mendes/Instagram: caboverdeeasuagente

Harianjogja.com, JOGJA— Euforia bersejarah yang tengah menyelimuti Timnas Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 mendadak dibayangi kabar serius. Kapten tim, Ryan Mendes, dilaporkan sedang menjadi subjek penyelidikan Kepolisian Selandia Baru terkait dugaan pemerkosaan terhadap seorang perempuan berkewarganegaraan Brasil yang bekerja sebagai penerjemah tim.

Kasus tersebut mencuat ketika Tanjung Verde sedang menikmati pencapaian terbaik dalam sejarah sepak bola mereka, yakni lolos ke babak 32 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya. Namun hingga kini, belum ada dakwaan resmi yang diajukan kepada Mendes dan penyelidikan masih berlangsung.

Dugaan insiden terjadi saat FIFA Series

Menurut laporan yang pertama kali diungkap media Brasil, Globo Esporte, dan telah dikonfirmasi oleh sejumlah media internasional seperti Times of India dan New Zealand Herald, terungkap dugaan insiden terjadi pada 27 Maret 2026 di sebuah hotel di Auckland, Selandia Baru.

Saat itu, Tanjung Verde berada di Selandia Baru untuk mengikuti ajang FIFA Series dan menjalani pertandingan uji coba internasional. Korban merupakan warga Brasil yang telah lama menetap di Selandia Baru dan direkrut sebagai penerjemah serta pendukung operasional bagi delegasi Tanjung Verde.

Berdasarkan laporan yang beredar, korban awalnya mendatangi sebuah pertemuan tim karena mengira akan menjalankan tugas penerjemahan. Setelah mengetahui acara tersebut bersifat sosial, ia kembali ke kamar hotel karena merasa kurang sehat.

Korban kemudian melaporkan bahwa seorang pemain memasuki kamarnya dan terjadi dugaan tindak kekerasan seksual. Dalam keterangannya kepada penyidik, korban mengaku mengalami kekerasan fisik saat berusaha melawan sebelum dugaan pemerkosaan terjadi.

Polisi masih melakukan penyelidikan

Kepolisian Selandia Baru mengonfirmasi telah menerima laporan pada 10 April 2026 dan saat ini penyelidikan masih aktif berjalan.

Penyidik dilaporkan telah mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV hotel dan hasil pemeriksaan forensik yang masih menunggu proses analisis lebih lanjut.

Karena belum ada keputusan hukum maupun dakwaan resmi, status Mendes saat ini masih sebagai subjek penyelidikan dan belum dinyatakan bersalah atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

FIFA ikut memantau perkembangan

Pihak FIFA disebut telah berkomunikasi dengan otoritas terkait dan menyatakan akan menanggapi secara serius setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan peserta turnamen.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Tanjung Verde maupun perwakilan Ryan Mendes belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus tersebut.

Bayang-bayang jelang duel melawan Argentina

Kasus ini muncul pada momen krusial bagi Tanjung Verde. Tim berjuluk Blue Sharks itu baru saja mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia dan dijadwalkan menghadapi Argentina pada babak 32 besar.

Peran Ryan Mendes selama ini sangat vital. Pemain berusia 36 tahun tersebut merupakan legenda sepak bola Tanjung Verde dengan lebih dari 100 penampilan internasional dan status sebagai salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah tim nasional.

Namun, dengan penyelidikan yang masih berlangsung, muncul tanda tanya mengenai keterlibatannya dalam pertandingan berikutnya serta dampak kasus tersebut terhadap persiapan tim.

Menunggu proses hukum berjalan

Kasus yang melibatkan figur publik dan atlet internasional selalu menarik perhatian luas. Namun, penting untuk membedakan antara tuduhan dan putusan hukum.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berjalan dan belum ada keputusan pengadilan yang menetapkan kesalahan maupun tanggung jawab pidana terhadap Ryan Mendes. Karena itu, perkembangan kasus selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil penyelidikan aparat penegak hukum di Selandia Baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |