Iran Klaim Ekspor Minyak Tetap Berjalan di Tengah Blokade AS

3 hours ago 3

Newswire

Newswire Jum'at, 28 Agustus 2026 11:17 WIB

Iran Klaim Ekspor Minyak Tetap Berjalan di Tengah Blokade AS

Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak. - Freepik

Harianjogja.com, TEHERAN—Iran menyatakan aktivitas penjualan minyak tetap berjalan meskipun Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan minyak Iran masih dikirim kepada pelanggan di luar perairan teritorial negara tersebut.

"Saat ini, penjualan minyak terus berlanjut dan menjangkau pelanggan jauh di luar perairan teritorial kami," kata Paknejad kepada media daring Jamaran pada Kamis.

Namun, Paknejad mengakui volume penjualan minyak Iran mengalami penurunan setelah blokade laut kembali diberlakukan. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut karena informasi tersebut dinilai dapat disalahgunakan oleh "musuh".

Pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan sebelumnya dari Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati. Ia mengatakan ekspor minyak Iran nyaris terhenti akibat kondisi yang sedang terjadi di kawasan tersebut.

Blokade Maritim di Tengah Konflik AS-Iran

Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berlangsung setelah pada 28 Februari lalu AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran. Iran kemudian membalas dengan serangan mereka sendiri.

Pada pertengahan Juni, Iran dan AS sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut tidak menghentikan rangkaian serangan karena tak lama kemudian kedua negara kembali saling melancarkan serangan.

Iran kemudian mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada 12 Juli. Penutupan tersebut akan berlangsung sampai AS tidak lagi campur tangan di kawasan tersebut.

Pengumuman itu dilakukan setelah terjadi gelombang serangan balasan baru antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

Selanjutnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz. Trump juga memberlakukan kembali blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Iran Pulihkan 40% Kapasitas Produksi South Pars

Di tengah kondisi tersebut, Iran juga melaporkan perkembangan pemulihan fasilitas energi yang terdampak serangan.

Ahmad Zeraatkar mengatakan Teheran telah memulihkan sekitar 40 persen kapasitas produksi yang rusak di ladang minyak dan gas South Pars.

“Kami dapat mengatakan bahwa kami berhasil memulihkan sekitar 40 persen kapasitas yang rusak,” kata Zeraatkar dalam wawancara dengan kantor berita Fars pada Kamis.

Fasilitas South Pars sebelumnya diserang oleh Amerika Serikat dan Israel selama eskalasi konflik pada Maret.

Otoritas Iran pada Mei mengatakan rencana pemulihan dan modernisasi infrastruktur yang terdampak telah disusun. Pelaksanaannya ditargetkan selesai dalam waktu maksimal dua tahun.

Sekitar 50 persen pekerjaan pemulihan fasilitas South Pars direncanakan selesai pada musim dingin 2027.

Pemulihan Penuh Bisa Memakan Waktu Dua Tahun

Zeraatkar mengatakan kerusakan pada infrastruktur South Pars tergolong serius. Karena itu, pemulihan kapasitas secara penuh dapat membutuhkan waktu setidaknya dua tahun.

Keterangan tersebut muncul setelah sebelumnya Touraj Dehghani, Kepala Pars Oil and Gas Company, mengatakan pada pekan lalu bahwa pemulihan kapasitas produksi di kilang South Pars telah mencapai 70 persen.

Di sisi lain, rangkaian perkembangan tersebut berlangsung dalam konteks konflik yang kembali memanas setelah upaya penghentian permusuhan antara Teheran dan Washington tidak bertahan lama.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, tak lama kemudian, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |