
HIV/AIDS - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo mencatat temuan kasus HIV/AIDS yang masih terus terjadi di wilayahnya, termasuk pada kelompok usia remaja. Sepanjang 2026, tercatat adanya penambahan kasus baru yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya pengendalian penyebaran penyakit tersebut.
Hingga saat ini, total akumulasi kasus HIV dan AIDS di Kulonprogo mencapai 513 kasus. Dari jumlah tersebut, sepanjang Januari hingga Maret 2026 terdapat 11 kasus baru, dengan 1 kasus di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, tercatat sedikitnya 14 kasus HIV pada kelompok remaja di wilayah tersebut.
Sekretaris Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryanti, menyampaikan bahwa kasus HIV pada remaja menjadi perhatian khusus karena sebagian besar merupakan kasus baru yang berkaitan dengan perilaku berisiko.
“Dari total 513 kasus yang terhitung sejak awal. Pada tahun ini sampai Maret ada 11 kasus baru dengan 1 dilaporkan meninggal dunia. Untuk kasus remaja secara keseluruhan berjumlah 14 kasus. Seluruh kasus ini tersebar di setiap kapanewon dengan rentang usia yang beragam,” ujar Rina, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa temuan pada kelompok remaja bukan berasal dari faktor keturunan, melainkan akibat penularan melalui perilaku seksual yang tidak aman. Kondisi ini menjadi dasar penguatan langkah pencegahan di berbagai lini.
“Yang remaja ini yang kita temukan ini kasus baru, dia berasal dari perilakunya yang berisiko, yaitu penularan seksual,” jelasnya.
Untuk menekan laju penyebaran, Dinkes Kulonprogo bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) terus menjalankan berbagai program pencegahan, terutama yang menyasar kelompok usia remaja. Edukasi di lingkungan sekolah menjadi salah satu fokus utama dalam upaya tersebut.
Rina menambahkan bahwa penanganan HIV dilakukan secara menyeluruh mulai dari pencegahan hingga pengobatan. Strategi ini mencakup edukasi, skrining rutin pada kelompok berisiko, serta layanan terapi bagi pasien yang telah terdeteksi.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memperluas jangkauan program pencegahan HIV di masyarakat.
Wakil Bupati Kulonprogo sekaligus Ketua KPA Kulonprogo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa kasus HIV pada remaja harus dipandang sebagai persoalan serius yang tidak hanya menyangkut aspek kesehatan, tetapi juga sosial dan pendidikan.
“Kasus HIV pada remaja tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan kesehatan semata. Permasalahan ini memiliki dimensi yang luas, meliputi aspek pendidikan, sosial, keluarga, budaya, hingga lingkungan pergaulan. Karena itulah, penyelesaiannya memerlukan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif,” ujar Ambar.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan institusi pendidikan sebagai benteng utama dalam memberikan pemahaman yang benar kepada remaja. Edukasi yang tepat dinilai penting untuk mencegah penularan sekaligus menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Ambar juga mendorong penguatan koordinasi lintas instansi, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta pelibatan remaja sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan HIV di Kulonprogo.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap penularan HIV di kalangan remaja dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat dan aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































