Diblokir 50 Fotografer, Tuchel Protes dan FIFA Langsung Ubah Aturan

5 hours ago 2

Jumali

Jumali Jum'at, 19 Juni 2026 19:07 WIB

Diblokir 50 Fotografer, Tuchel Protes dan FIFA Langsung Ubah Aturan

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—FIFA resmi mengubah protokol pelaksanaan lagu kebangsaan di Piala Dunia 2026 setelah menerima keluhan dari pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel. Perubahan tersebut diberlakukan kurang dari 24 jam setelah Tuchel mengaku tidak dapat melihat para pemainnya saat menjalani debut Piala Dunia bersama Inggris.

Aturan baru itu langsung diterapkan pada pertandingan Grup A antara Republik Ceko dan Afrika Selatan di Atlanta, Kamis (18/6/2026), sebagai upaya meningkatkan pengalaman pelatih dan staf tim di seluruh venue Piala Dunia 2026.

Perubahan tersebut muncul setelah insiden yang dialami Tuchel pada pertandingan Grup L antara Inggris dan Kroasia di Stadion AT&T, Dallas, Rabu (17/6/2026) waktu setempat.

Saat lagu kebangsaan Inggris "God Save The King" berkumandang sebelum pertandingan dimulai, Tuchel berdiri di depan bangku cadangan untuk menyaksikan para pemainnya. Namun pandangannya tertutup oleh deretan sekitar 50 fotografer yang berada sangat dekat dengan area teknis.

Situasi itu membuat pelatih asal Jerman tersebut tidak dapat melihat satu pun pemain Inggris yang berdiri di lingkaran tengah lapangan.

"Saya harus memberi tahu Anda sesuatu. Saya memohon kepada FIFA untuk mengubah posisi fotografer saat lagu kebangsaan, karena saya tidak dapat melihat tim saya," ujar Tuchel seusai pertandingan seperti dikutip BBC Sport.

Menurutnya, momen tersebut terasa mengecewakan karena ia telah menantikan debutnya di Piala Dunia selama bertahun-tahun.

"Saya menunggu momen ini. Ini adalah momen yang sangat, sangat istimewa hari ini dan saya berdiri di depan 50 fotografer, setengah meter jauhnya, dan saya tidak dapat melihat satu pun pemain," katanya.

Permasalahan itu ternyata berkaitan dengan kondisi unik Stadion AT&T yang sehari-hari digunakan sebagai markas klub NFL Dallas Cowboys.

Untuk kebutuhan Piala Dunia, lapangan sepak bola berstandar FIFA harus dipasang di atas permukaan yang ditinggikan sekitar 1,2 meter. Konsekuensinya, ruang di sekitar sisi lapangan menjadi lebih sempit dibanding stadion sepak bola pada umumnya.

Keterbatasan ruang tersebut membuat area fotografer berada sangat dekat dengan bangku cadangan dan staf pelatih.

Tuchel mengaku sempat mencoba meminta fotografer bergeser agar dapat melihat pemainnya. Namun upaya tersebut tidak berhasil.

Ia bersama staf kepelatihan Inggris akhirnya harus melihat layar raksasa stadion untuk menyaksikan para pemain menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan dimulai.

Meski demikian, Tuchel tidak menjadikan insiden tersebut sebagai alasan utama penampilannya pada laga perdana Piala Dunia.

Pelatih berusia 52 tahun itu juga ditanya mengenai kemungkinan menyanyikan lagu kebangsaan Inggris di masa mendatang.

"Saya pikir kami belum sampai di sana. Pada akhirnya mungkin. Saya masih agak malu. Saya tidak ingin menyinggung orang dan tidak ingin fokus pada hal itu sekarang," ujarnya.

FIFA kemudian merespons cepat masukan tersebut.

Berdasarkan protokol baru yang dikonfirmasi sejumlah media internasional, fotografer kini ditempatkan lebih dekat ke garis tengah lapangan saat lagu kebangsaan berlangsung.

Selain itu, staf pelatih tidak lagi diwajibkan tetap berada tepat di depan bangku cadangan. Mereka kini diperbolehkan bergerak ke sisi kiri atau kanan area fotografer sehingga dapat memperoleh pandangan yang lebih jelas ke arah pemain.

Seorang juru bicara FIFA menyatakan berbagai masukan dari peserta turnamen menjadi bahan evaluasi dan perubahan dilakukan demi meningkatkan pengalaman seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi.

Perubahan ini menunjukkan bahwa detail kecil dalam penyelenggaraan turnamen terbesar dunia sekalipun dapat memberikan dampak besar bagi para pelatih. Bagi Tuchel, momen debut yang sempat terganggu memang tidak bisa diulang, tetapi keluhannya kini memastikan para pelatih lain dapat menikmati prosesi lagu kebangsaan tanpa terhalang deretan kamera pada pertandingan-pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |