Jumali Jum'at, 19 Juni 2026 21:27 WIB

Foto ilustrasi aliran listrik dan air. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Rumah tanpa disadari bisa menjdi sumber pemborosan listrik. Tagihan listrik yang terus meningkat kerap membuat penghuni rumah bertanya-tanya. Padahal, penyebabnya tidak selalu berasal dari perubahan perilaku penggunaan listrik, melainkan dari kondisi bangunan itu sendiri. Desain rumah, ventilasi, hingga peralatan lama dapat menjadi faktor tersembunyi yang membuat konsumsi energi meningkat tanpa disadari.
Dalam banyak kasus, rumah yang tidak dirancang secara efisien justru memaksa penghuni menggunakan lebih banyak energi untuk mencapai kenyamanan dasar seperti pencahayaan, pendinginan ruangan, hingga sirkulasi udara.
1. Minim pencahayaan alami
Rumah dengan bukaan jendela yang terbatas membuat ruangan gelap pada siang hari. Akibatnya, lampu harus menyala lebih lama.
Solusinya adalah memaksimalkan cahaya matahari dengan menambah bukaan atau menggunakan cat dinding berwarna terang agar cahaya lebih mudah dipantulkan.
2. Sirkulasi udara tidak optimal
Ventilasi yang buruk membuat ruangan terasa panas dan pengap. Kondisi ini mendorong penggunaan kipas angin atau pendingin udara secara terus-menerus.
Ventilasi silang dapat menjadi solusi untuk memperlancar aliran udara dan mengurangi ketergantungan pada listrik.
3. Material bangunan menyerap panas
Atap berbahan logam atau dinding tanpa pelindung panas dapat meningkatkan suhu dalam ruangan. Akibatnya, AC bekerja lebih berat.
Penggunaan insulasi panas, cat reflektif, atau penanaman pohon di sekitar rumah dapat membantu menurunkan suhu.
4. Peralatan elektronik berusia lama
Perangkat lama seperti kulkas atau AC cenderung boros energi karena teknologi yang sudah tidak efisien.
Mengganti dengan perangkat berlabel hemat energi dapat menurunkan konsumsi listrik secara signifikan.
5. Lampu bukan LED
Lampu pijar atau neon menghabiskan daya lebih besar dibanding LED yang jauh lebih hemat.
Peralihan ke lampu LED dapat menghemat hingga sebagian besar konsumsi listrik penerangan rumah.
6. Instalasi listrik tidak terawat
Kabel lama atau sambungan longgar dapat menyebabkan kebocoran daya sekaligus meningkatkan risiko korsleting.
Pemeriksaan rutin oleh teknisi menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan sekaligus efisiensi.
7. Perangkat selalu tersambung listrik
Perangkat elektronik yang tetap terhubung ke stopkontak tetap menyedot daya meski tidak digunakan.
Mencabut kabel atau menggunakan saklar khusus dapat mengurangi konsumsi listrik tersembunyi.
8. Penggunaan AC tidak efisien
AC yang kotor atau tidak sesuai kapasitas ruangan membuat konsumsi listrik meningkat drastis.
Perawatan rutin dan pemilihan kapasitas yang tepat menjadi kunci efisiensi.
Langkah penghematan yang bisa dilakukan
Efisiensi energi rumah dapat ditingkatkan dengan kombinasi perbaikan kecil namun konsisten. Memaksimalkan cahaya alami, mengganti lampu LED, merawat AC, hingga mematikan perangkat yang tidak digunakan menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.
Selain menekan biaya listrik bulanan, pengelolaan energi yang baik juga membantu mengurangi beban lingkungan akibat konsumsi energi berlebih. Dengan memahami faktor-faktor ini, penghuni rumah dapat lebih bijak dalam mengelola penggunaan listrik sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































