Cara Hitung View YouTube Berubah 24 Agustus, Kreator Wajib Tahu Dampak

6 hours ago 8

Jumali

Jumali Selasa, 18 Agustus 2026 11:47 WIB

Cara Hitung View YouTube Berubah 24 Agustus, Kreator Wajib Tahu Dampak

Foto ilustrasi Youtube. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Sebuah perubahan besar akan terjadi di dunia maya pada 24 Agustus 2026 mendatang. YouTube, platform video terbesar di dunia, akan mengubah cara menghitung jumlah penayangan atau view—sebuah langkah yang akan mengubah lanskap metrik konten digital secara fundamental.

Dilansir dari TechCrunch, mulai Senin, 24 Agustus 2026, sebuah video akan langsung dihitung sebagai satu view begitu mulai diputar. Hal yang sama juga berlaku ketika pengguna masuk ke sebuah siaran langsung (live streaming). Dengan aturan baru tersebut, pengguna tidak perlu menonton video dalam durasi tertentu agar penayangannya dihitung sebagai view.

Dari 30 Detik ke 1 Detik: Perubahan Fundamental

Selama bertahun-tahun, YouTube tidak pernah mengungkap secara rinci berapa lama sebuah video harus ditonton agar dihitung sebagai view. Namun, selama ini terdapat anggapan bahwa video perlu ditonton selama sekitar 30 detik agar penayangannya dihitung. Kini, aturan itu dihapus.

Perubahan ini sebenarnya telah diterapkan YouTube pada layanan video pendeknya, Shorts, sejak 2025. Kini, sistem penghitungan serupa diperluas ke video berdurasi panjang dan siaran langsung. YouTube mengatakan perubahan ini dilakukan karena sebelumnya terdapat beberapa sistem penghitungan view untuk format konten yang berbeda.

Mengapa YouTube Mengubah Aturan?

Para kreator video disebut menginginkan metrik yang lebih sederhana untuk memahami seberapa besar eksposur konten yang mereka buat. Dengan aturan baru, angka view yang ditampilkan secara publik berpotensi meningkat drastis. Pasalnya, penonton yang hanya melihat beberapa detik, kini sudah dapat dihitung sebagai satu view.

Kabar Baik dan Buruk bagi Kreator

Kabar buruknya: kenaikan angka view tidak serta-merta membuat penghasilan kreator ikut bertambah. YouTube menegaskan bahwa perubahan cara menghitung view ini tidak memengaruhi pendapatan kreator maupun kelayakan mereka untuk mengikuti program monetisasi YouTube Partner Program (YPP).

Sebagai gantinya, YouTube tetap menyediakan metrik "Engaged view" melalui YouTube Analytics. Metrik ini menunjukkan jumlah penonton yang memilih untuk terus menonton video setelah video mulai diputar. Dengan demikian, angka view publik tidak bisa langsung dijadikan patokan untuk melihat keterlibatan penonton ataupun pendapatan kreator.

Aturan Monetisasi Baru: Syarat Lebih Berat Mulai 2027

Perubahan ini juga berkaitan dengan aturan monetisasi yang sebelumnya diumumkan YouTube. Mulai 1 Februari 2027, kreator baru yang ingin mendapatkan bagi hasil pendapatan iklan dan YouTube Premium melalui YPP harus memenuhi syarat yang lebih berat.

Kreator video harus memiliki minimal 1.000 subscriber. Selain itu, mereka juga harus memenuhi salah satu dari dua syarat berikut:

  • 8.000 jam tayang (watch hours) dalam 12 bulan terakhir; atau
  • 20 juta view YouTube Shorts dalam 90 hari terakhir.

Sebagai pembanding, saat ini kreator cukup memiliki 1.000 subscriber dan memenuhi salah satu dari dua syarat, yaitu 4.000 jam tayang dalam 12 bulan terakhir atau 10 juta view Shorts dalam 90 hari terakhir. Dengan demikian, baik batas jam tayang maupun jumlah view Shorts yang dibutuhkan untuk kreator baru akan menjadi dua kali lipat.

Kreator Lama Aman, Kreator Baru Terbebani

Perubahan ini tidak berlaku surut bagi kreator yang sudah tergabung dalam program monetisasi. Mereka tidak akan kehilangan status monetisasi hanya karena aturan baru tersebut.

YouTube mengatakan perubahan dilakukan untuk menyesuaikan YPP dengan cara penonton mengonsumsi konten saat ini, sekaligus memastikan program tersebut tetap menjadi sumber pertumbuhan yang berkelanjutan bagi bisnis kreator.

Apa Artinya bagi Penonton dan Kreator?

Bagi penonton, perubahan ini berarti setiap kali Anda menonton video—meski hanya beberapa detik—Anda telah menyumbang satu view. Bagi kreator, angka view akan melonjak, tetapi penghasilan tetap ditentukan oleh metrik "Engaged view" yang lebih akurat.

Bagi kreator baru, tantangan menjadi lebih berat. Syarat monetisasi yang meningkat dua kali lipat berarti perjuangan untuk bisa mendapatkan penghasilan dari YouTube semakin sulit. Namun, YouTube berargumen bahwa ini adalah langkah untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan ekosistem konten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |