53 Jabatan Kepsek di Gunungkidul Masih Kosong, Ini Penyebabnya

3 hours ago 1

53 Jabatan Kepsek di Gunungkidul Masih Kosong, Ini Penyebabnya

Ilustrasi pelantikan kepala sekolah.ist

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul memastikan puluhan jabatan kepala sekolah (kepsek) masih kosong meskipun pelantikan telah dilakukan pada Kamis (18/6/2026). Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi optimalisasi manajemen pendidikan di sekolah, khususnya jenjang SD.

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengungkapkan pelantikan kepala sekolah yang berlangsung di Bangsal Sewoprojo, Wonosari, berjalan lancar. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 49 guru resmi dilantik menjadi kepala sekolah baru.

Adapun rinciannya terdiri dari tujuh kepala TK, 31 kepala SD, dan 11 kepala SMP. “Pelantikan dilakukan langsung oleh bupati sebagai pembina kepegawaian di Gunungkidul,” ujar Nunuk, Jumat (19/6/2026).

Namun demikian, pelantikan tersebut belum sepenuhnya menutup kebutuhan. Nunuk mencatat masih ada sekitar 53 posisi kepala sekolah yang belum terisi, dengan kekosongan terbanyak berada di tingkat sekolah dasar.

Ia menjelaskan bahwa pengisian jabatan kepala sekolah tidak bisa dilakukan secara instan. Setiap calon wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) serta memiliki sertifikat resmi sebagai kepala sekolah.

“Tidak bisa langsung diisi, karena calon kepala sekolah harus melalui proses diklat terlebih dahulu agar memiliki kompetensi dan sertifikasi,” jelasnya.

Saat ini, proses diklat masih berlangsung dengan peserta sekitar 80 guru dari berbagai jenjang pendidikan. Nunuk optimistis kekosongan jabatan akan segera teratasi setelah para peserta menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikat.

“Kalau proses diklat selesai, maka akan segera dilakukan pelantikan lanjutan untuk mengisi kekosongan yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih, memberikan pesan khusus kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dan adaptif di tengah perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

“Perubahan zaman harus direspons dengan inovasi. Kepala sekolah dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Bupati yang akrab disapa Mbak Endah.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya menjaga integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas. Kepala sekolah, menurutnya, harus menjadi teladan bagi guru, siswa, maupun masyarakat.

“Keteladanan lahir dari sikap dan karya, bukan sekadar kata-kata. Jadilah inspirasi di lingkungan sekolah dan masyarakat,” tegasnya.

Dengan masih adanya puluhan jabatan yang kosong, percepatan proses diklat dan pelantikan lanjutan menjadi kunci agar roda pendidikan di Gunungkidul dapat berjalan optimal dan berkualitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |