
Foto ilustrasi dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan tinggi. Bagi dosen, teknologi AI dinilai mampu mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, termasuk meningkatkan produktivitas dan kualitas publikasi ilmiah apabila digunakan secara tepat, bertanggung jawab, dan sesuai etika akademik.
Perkembangan teknologi digital yang berlangsung cepat mendorong kebutuhan adaptasi di lingkungan kampus. Menjawab tantangan tersebut, Dunia Dosen Indonesia menghadirkan program Exclusive Class bertajuk “AI-Assisted Academic Writing: Produktif Publikasi Sesuai Etika dan Berkualitas” sebagai wadah pembelajaran bagi dosen yang ingin memahami sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan AI dalam penulisan karya ilmiah.
Program ini dirancang untuk membantu akademisi menguasai teknologi AI mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan. Selain berfokus pada peningkatan produktivitas publikasi ilmiah, pelatihan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga integritas akademik di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam proses penelitian dan penulisan jurnal.
Koordinator Program Dunia Dosen Indonesia, Farida Nurul Hidayati, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan kelas eksklusif tersebut dilandasi kebutuhan dosen untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan kualitas karya akademik yang dihasilkan.
"Kami ingin mendukung para dosen di Indonesia agar lebih leluasa sekaligus bijak dan tetap menjaga integritas dalam menggunakan teknologi AI ini. Melalui program ini, para peserta diharapkan sukses menguasai teknologi tersebut serta memahami batasan pemanfaatannya agar tidak terjadi pelanggaran integritas dan etika akademik," ujar Farida Nurul Hidayati dikutip, Senin (22/6/2026).
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif terkait penggunaan AI dalam publikasi ilmiah, Dunia Dosen Indonesia menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang akademik maupun teknologi. Kelas ini akan dipandu oleh Hendriyawan Achmad, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor IV Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).
Selain memiliki pengalaman di dunia pendidikan tinggi, Hendriyawan juga dikenal memiliki rekam jejak akademik yang kuat dengan H-Indeks Scopus 4 dan H-Indeks Google Scholar 7. Dalam kelas tersebut, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai berbagai tantangan yang kerap dihadapi dosen saat menyusun publikasi ilmiah, serta strategi pemanfaatan AI melalui berbagai platform digital yang tersedia.
Lima Materi Utama Pemanfaatan AI untuk Publikasi Ilmiah
Program pelatihan ini mengupas lima materi utama yang berkaitan langsung dengan penggunaan AI dalam penulisan akademik. Materi pertama membahas peran AI dan batasan etis penggunaannya dalam publikasi ilmiah agar tetap sesuai dengan prinsip integritas akademik.
Materi berikutnya mengulas praktik penggunaan AI dalam penyusunan artikel ilmiah melalui sejumlah platform yang dapat membantu proses penulisan secara lebih efisien. Peserta juga akan mendapatkan pembekalan mengenai strategi meningkatkan kualitas manuskrip, termasuk perbaikan tata bahasa, struktur kalimat, serta keruntutan antarparagraf.
Selain itu, pelatihan ini memperkenalkan berbagai tools AI yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses penulisan dan penyuntingan karya ilmiah. Peserta juga diajak memahami praktik terbaik dalam menjadikan AI sebagai asisten yang membantu proses publikasi akademik tanpa mengurangi orisinalitas karya.
Peserta Dapat E-Sertifikat hingga Bonus Template Prompt AI
Tidak hanya memperoleh materi yang aplikatif, peserta kelas eksklusif ini juga mendapatkan sejumlah fasilitas penunjang yang dirancang untuk mendukung pengembangan karier akademik para dosen.
"Peserta mendapatkan bonus berupa 50 template prompt academic writing, e-book mini panduan etis penggunaan AI, serta e-course pilihan mengenai solusi produktif tridharma dan kunci inovasi publikasi berkualitas," pungkas Farida.
Melalui program pelatihan AI untuk dosen ini, para akademisi diharapkan mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara lebih efektif dalam mendukung publikasi ilmiah berkualitas. Di tengah meningkatnya penggunaan AI di sektor pendidikan tinggi, kemampuan memahami batas etika, memilih perangkat yang tepat, dan menjaga kualitas karya ilmiah menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh dosen dan peneliti di berbagai perguruan tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































