
Kolaborasi unik antara brand fashion lokal BLACKINK dan Tenun Nusantara By Arien sukses mencuri perhatian dalam ajang WARNA WARNI INDONESIA #4 yang digelar di Sleman City Hall, beberapa waktu lalu. Ist
Harianjogja.com, JOGJA — Kolaborasi unik antara brand fashion lokal BLACKINK dan Tenun Nusantara By Arien sukses mencuri perhatian dalam ajang WARNA WARNI INDONESIA #4 yang digelar di Sleman City Hall. Mengusung tema gothic dengan dominasi warna hitam, kolaborasi ini menghadirkan perspektif baru dalam memaknai warisan budaya Indonesia.
Hitam Bukan Sekadar Warna, Tapi Identitas
Mengangkat tagline “Black isn’t just a color, it’s the ink we write our identity in”, BLACKINK mencoba mendobrak stigma bahwa kain tradisional identik dengan warna-warna cerah. Justru sebaliknya, warna hitam dihadirkan sebagai simbol keberanian, misteri, sekaligus kebebasan berekspresi.
Perpaduan antara estetika gothic dan motif tenun Nusantara menghasilkan karya yang tidak hanya modern, tetapi juga sarat makna. Sentuhan gelap yang elegan memberi napas baru pada kain tradisional, menjadikannya relevan dengan generasi muda tanpa kehilangan akar budaya.
Menyatukan Tradisi dan Ekspresi Modern
Kolaborasi ini bukan sekadar soal fashion, melainkan juga narasi tentang bagaimana budaya bisa terus hidup dan berkembang. Tenun yang selama ini identik dengan nilai tradisi dipadukan dengan pendekatan desain kontemporer yang berani.
Owner BLACKINK, Mei, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk reinterpretasi budaya.
“Tenun Nusantara By Arien bercerita tentang tradisi, sementara BLACKINK hadir untuk memberikan dimensi baru ke dalamnya. Kami ingin membuktikan bahwa hitam dan kain tenun Nusantara bukan dua hal yang berseberangan,” ujarnya melalui keterangan persnya, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, panggung ini menjadi ruang untuk menyatukan warisan budaya dengan ekspresi personal. Mereka yang berani tampil berbeda justru menunjukkan cara unik dalam mencintai Indonesia.
Fashion sebagai Medium Cerita Budaya
Melalui koleksi ini, BLACKINK dan Tenun Nusantara By Arien menunjukkan bahwa fashion dapat menjadi medium kuat untuk bercerita. Setiap potongan busana merepresentasikan keberanian individu dalam mengekspresikan jati diri sekaligus menghargai akar budaya.
Ajang WARNA WARNI INDONESIA #4 sendiri menjadi wadah penting bagi desainer lokal untuk mengeksplorasi identitas bangsa dalam balutan kreativitas modern. Kolaborasi ini menjadi salah satu highlight yang memperlihatkan bahwa inovasi dan tradisi dapat berjalan beriringan.
Dorong Generasi Muda Cintai Budaya
Kehadiran konsep gothic dalam kain tenun juga menjadi strategi untuk menarik perhatian generasi muda agar lebih dekat dengan warisan budaya. Dengan pendekatan yang relevan dan berani, kain tradisional tidak lagi dianggap kuno, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup modern.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa identitas budaya tidak harus kaku. Justru dengan eksplorasi kreatif, warisan Indonesia dapat tampil lebih segar dan mendunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































