Jumali Rabu, 12 Agustus 2026 12:17 WIB

Foto ilustrasi bantuan pangan non tunai berupa beras. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence
Harianjogja.com, JOGJA—Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 akan menjadi momen penting bagi jutaan keluarga penerima bantuan sosial. Pemerintah menjadwalkan penyaluran Bantuan Pangan Beras Tahap II mulai tanggal tersebut dengan skema khusus, yakni pemberian 30 kilogram beras sekaligus kepada setiap keluarga penerima manfaat (KPM).
Jumlah bantuan yang diterima kali ini lebih besar karena mencakup alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan demikian, setiap keluarga akan menerima total 30 kg beras atau setara 10 kg per bulan yang disalurkan dalam satu tahap.
Program tersebut menyasar sekitar 33,24 juta keluarga di seluruh Indonesia. Pemerintah berharap bantuan ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pangan pokok.
Meski demikian, tidak semua warga bisa memperoleh bantuan tersebut. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan penerima bantuan ditetapkan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi ketiga yang dirilis pada 2026.
Artinya, masyarakat tidak dapat mengajukan pendaftaran secara mandiri untuk menjadi penerima. Penetapan penerima dilakukan berdasarkan basis data pemerintah yang telah digunakan sebagai acuan berbagai program bantuan sosial nasional.
Penggunaan DTSEN dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh keluarga yang memang membutuhkan. Pemerintah juga berharap penggunaan satu basis data nasional dapat mengurangi potensi kesalahan maupun tumpang tindih penerima bantuan.
Pada penyaluran tahap pertama tahun 2026, jumlah penerima bantuan pangan beras tercatat sekitar 33,14 juta keluarga atau mencapai 99,7% dari target sasaran. Pada tahap kedua ini, jumlah penerima meningkat menjadi sekitar 33,24 juta keluarga.
Untuk memenuhi kebutuhan program tersebut, pemerintah menyiapkan hampir satu juta ton beras. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan kebutuhan beras dihitung berdasarkan alokasi 10 kg per bulan untuk 33.244.000 keluarga selama tiga bulan.
"Sebanyak tiga kali atau untuk tiga bulan, 10 kilogram kali 33.244.000, jadi kurang lebih satu juta ton," ujar Zulkifli Hasan, dikutip dari Antara.
Berdasarkan perhitungan tersebut, total beras yang akan disalurkan mencapai sekitar 997.200 ton. Jumlah tersebut menjadi salah satu penyaluran bantuan pangan terbesar yang dilakukan pemerintah pada tahun ini.
Selain menyiapkan stok beras dalam jumlah besar, pemerintah juga mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit. Kementerian Keuangan telah menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp17,52 triliun untuk mendukung penyaluran bantuan pangan beras selama tiga bulan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan anggaran tersebut telah memperoleh persetujuan sehingga proses administrasi penugasan dapat dilanjutkan.
"Persetujuannya dapat tiga bulan. Anggarannya Rp17,52 triliun dapatnya," kata Astawa.
Dari sisi ketersediaan pangan, pemerintah memastikan stok beras nasional berada dalam kondisi aman. Per 28 Juli 2026, cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Perum Bulog tercatat mencapai 5,25 juta ton.
Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk mendukung penyaluran bantuan sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras nasional. Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani guna menjaga cadangan pangan pemerintah tetap kuat.
Program Bantuan Pangan Beras tidak hanya ditujukan untuk membantu kebutuhan konsumsi rumah tangga penerima. Pemerintah juga menjadikannya sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga beras dan mengendalikan tekanan permintaan di pasar.
Ketika sebagian kebutuhan beras masyarakat terpenuhi melalui bantuan pemerintah, permintaan beras di pasar diharapkan dapat berkurang. Kondisi tersebut diyakini dapat membantu menjaga harga tetap stabil di tingkat konsumen.
Karena itu, pemerintah meminta kualitas beras yang disalurkan tetap terjaga. Bulog diharapkan memastikan seluruh beras yang diterima masyarakat telah melalui proses pemeriksaan mutu dan layak untuk dikonsumsi.
Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung mulai 17 Agustus 2026 secara serentak di berbagai daerah. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari jaringan distribusi agar bantuan dapat diterima masyarakat dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
Dengan skema penyaluran tiga bulan sekaligus tersebut, sebanyak 33,24 juta keluarga penerima manfaat akan memperoleh 30 kilogram beras dalam satu tahap. Pemerintah berharap program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan keluarga Indonesia di momentum peringatan kemerdekaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online








































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)
