Jumali Minggu, 12 Juli 2026 15:57 WIB

Foto ilustrasi baterai mobil - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu terakhir memang membuat banyak pemilik mobil berpikir ulang untuk menggunakan kendaraan pribadi. Namun, keputusan meninggalkan mobil terparkir di garasi dalam waktu lama ternyata menyimpan bahaya yang tidak kalah menguras biaya. Alih-alih hemat, pemilik justru bisa menghadapi biaya perbaikan yang lebih besar akibat kerusakan komponen-komponen penting yang disebabkan oleh ketidakaktifan kendaraan.
Dilansir dari laman Toyota, salah satu masalah paling umum yang muncul adalah gangguan pada aki atau accu. Aki yang jarang digunakan cenderung tekor karena sel-sel di dalamnya tidak terisi penuh. Proses pengisian yang tidak optimal membuat sel aki cepat rusak dan umurnya menjadi lebih pendek. Jika aki sudah tekor, mobil tidak bisa dinyalakan dan pemilik harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengganti aki baru atau melakukan pengisian ulang di bengkel. Padahal, masalah ini sebenarnya bisa dihindari hanya dengan memanaskan mesin secara rutin.
Selain aki, ban juga menjadi komponen yang sangat rentan rusak jika mobil jarang dipakai. Ban yang terlalu lama tidak berputar akan kehilangan tekanan udaranya, menjadi kempis dan keras. Karet ban yang mengeras akan kehilangan kelenturan dan daya cengkeram terhadap aspal. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Selain menurunkan kenyamanan berkendara, ban yang keras dan kempis dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena daya cengkeram berkurang, lebih mudah pecah, serta berpotensi menyebabkan kendaraan kehilangan kestabilan saat melaju pada kecepatan tinggi.
Tumpuan berat kendaraan yang hanya berada di satu titik tanpa adanya rotasi ban juga bisa memicu kerusakan pada struktur ban. Untuk mengatasi hal ini, para ahli menyarankan agar pemilik mengisi tekanan ban sedikit lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan, misalnya sekitar 5 PSI. Dengan tekanan yang lebih tinggi, udara dalam ban tidak akan cepat berkurang atau bahkan habis total saat mobil terparkir dalam waktu lama. Namun, cara ini tetap tidak menggantikan kebutuhan untuk menjalankan mobil secara berkala agar ban berputar dan beban tidak terus-menerus bertumpu di satu titik.
Komponen berbahan logam juga rentan mengalami korosi ketika mobil terlalu lama tidak digunakan. Oli mesin yang seharusnya melumasi dan melindungi komponen mesin justru akan mengendap karena jarang bersirkulasi secara maksimal. Bahkan jika mobil tidak dipakai selama enam bulan, oli tetap harus diganti sesuai jadwal. Seiring waktu, senyawa kimia di dalam oli mesin akan mengalami perubahan akibat proses oksidasi yang secara alami terjadi. Proses ini juga meningkatkan kandungan air di dalam oli mesin pada level yang tidak diharapkan. Begitu oli mesin bekerja kembali, air akan bercampur dan secara signifikan menurunkan kemampuan pelumasan oli. Belum lagi risiko karat akibat terbawanya air ke dalam sistem distribusi oli mesin yang dapat merusak komponen internal secara perlahan.
Sektor kaki-kaki atau sistem suspensi juga perlu diwaspadai. Masalah pada sistem pengereman sering kali muncul akibat piston dan pen kaliper yang berkarat. Kondisi ini bisa menimbulkan bunyi berdecit saat mobil digunakan atau pedal rem terasa bergetar ketika diinjak. Jika dibiarkan, rem bisa kehilangan fungsi pengereman maksimal dan membahayakan keselamatan. Selain itu, berbagai komponen berbahan karet seperti seal mesin, karet bodi, hingga bilah wiper juga dapat kehilangan elastisitasnya. Karet yang mengeras dan retak berpotensi menimbulkan kebocoran pada beberapa bagian kendaraan serta mengurangi kenyamanan saat berkendara di musim hujan.
Masalah lain yang sering terabaikan adalah sistem bahan bakar. Bahan bakar minyak yang terlalu lama tersimpan di dalam tangki berisiko mengalami pengendapan. Endapan ini dapat menyumbat saluran bahan bakar dan mengganggu kinerja mesin secara keseluruhan. Mesin akan tersendat-sendat, konsumsi BBM menjadi lebih boros, dan jika dibiarkan, komponen seperti injektor atau pompa bahan bakar bisa rusak parah. Biaya perbaikan untuk sistem bahan bakar ini tentu tidak sedikit dan bisa membuat dompet jebol.
Lantas, apa yang harus dilakukan agar mobil tetap sehat meski jarang dipakai? Para ahli otomotif menyarankan agar mesin mobil dipanaskan setidaknya seminggu dua kali selama 10 menit untuk mengisi arus aki dan memastikan oli mesin bersirkulasi ke seluruh komponen. Selain itu, kendarai mobil keliling lingkungan rumah agar ban berputar dan terhindar dari kerusakan akibat hanya bertumpu di satu titik. Meski jarang digunakan, mobil juga tetap perlu dibawa ke bengkel resmi untuk servis berkala setiap enam bulan. Dengan perawatan sederhana ini, usia pakai mobil bisa lebih panjang dan biaya perbaikan besar dapat dihindari. Ingat, menghemat BBM adalah hal baik, tetapi mengabaikan perawatan mobil justru bisa membuat pengeluaran membengkak di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































