Baterai Nuklir BV100 Diklaim Bisa Hidup 50 Tahun

9 hours ago 6

Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan teknologi China Betavolt memperkenalkan baterai nuklir mini BV100 yang mampu menghasilkan listrik hingga 50 tahun tanpa pengisian ulang.

Teknologi tersebut memanfaatkan proses peluruhan radioaktif untuk menghasilkan arus listrik yang stabil dan berkelanjutan.

Cara Kerja Baterai Nuklir

Betavolt BV100 menggunakan isotop nikel-63 sebagai sumber energi utama. Isotop ini secara alami mengalami peluruhan radioaktif yang melepaskan partikel elektron.

Energi yang dilepaskan kemudian ditangkap oleh lapisan semikonduktor berlian yang sangat tipis. Lapisan ini berfungsi mengubah partikel tersebut menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan.

Dalam proses peluruhan tersebut, nikel-63 secara perlahan berubah menjadi tembaga yang stabil. Karena proses ini berlangsung secara alami dan konstan, baterai dapat menghasilkan energi dalam waktu yang sangat lama tanpa memerlukan pengisian ulang.

Baterai mini ini memiliki ukuran sekitar 15 x 15 x 5 milimeter. Selain itu, perangkat tersebut diklaim mampu beroperasi pada suhu ekstrem, mulai dari minus 60 hingga 120 derajat Celsius tanpa risiko meledak atau terbakar.

Belum Cocok untuk Smartphone

Meski disebut memiliki kepadatan energi hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan baterai konvensional, Betavolt BV100 saat ini belum dapat digunakan untuk perangkat dengan kebutuhan daya besar seperti smartphone.

Baterai tersebut saat ini hanya mampu menghasilkan daya sekitar 100 mikrowatt.

Sebagai perbandingan, smartphone yang digunakan untuk aktivitas intensif seperti panggilan video dapat membutuhkan daya hingga sekitar 40.000 miliwatt.

Ilmuwan material dari University of Florida, Juan Claudio Nino, menyebut teknologi ini lebih cocok digunakan untuk perangkat dengan konsumsi energi rendah.

Perangkat seperti sensor nirkabel, sistem Internet of Things (IoT), maupun perangkat medis berukuran kecil dinilai lebih ideal menggunakan baterai jenis ini karena membutuhkan sumber daya yang stabil dalam jangka panjang.

Tantangan Pengembangan dan Keamanan

Betavolt kini berupaya mengembangkan generasi baterai berikutnya dengan target menghasilkan daya hingga 1 watt.

Jika pengembangan tersebut berhasil, perangkat elektronik yang tidak perlu diisi ulang selama puluhan tahun berpotensi menjadi kenyataan.

Namun, penggunaan bahan radioaktif dalam perangkat konsumen tetap menimbulkan tantangan besar, terutama terkait aspek keamanan radiasi.

Penggunaan teknologi ini memerlukan sistem pelindung radiasi yang sangat ketat untuk memastikan tidak terjadi kebocoran yang berpotensi membahayakan pengguna.

Seusai riset lanjutan mengenai keamanan serta peningkatan kapasitas daya, teknologi baterai nuklir seperti Betavolt BV100 diperkirakan dapat mengubah cara manusia menggunakan perangkat elektronik di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |