Foto ilustrasi. Siswi program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menampilkan atraksi bela diri pada penutupan pendidikan dasar militer dan pelatihan manajerial serta penetapan kompenen cadangan (komcad) SPPI Batch-3 tahun 2025 di lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (12/7 - 2025). / Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Korps Marinir TNI Angkatan Laut menyiapkan berbagai materi pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang akan mengikuti program komponen cadangan (komcad) pada April 2026. Hal ini ditegaskan setelah Kementerian Pertahanan menggandeng Pasukan Marinir (Pasmar) I untuk melatih gelombang pertama peserta komcad ASN.
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana menjelaskan pihaknya telah merumuskan sejumlah materi utama yang akan diberikan kepada peserta dari kalangan ASN. Materi tersebut mencakup pembinaan mental rohani, pembinaan mental ideologi dan nilai dasar bela negara, pembinaan mental perjuangan, serta pembinaan pengetahuan dan keterampilan.
Selain itu, peserta juga akan menerima materi peraturan militer dasar seperti peraturan baris-berbaris (PBB), penghormatan militer, tata upacara militer, hingga peraturan dinas militer. Pengetahuan lain yang diberikan meliputi aspek hukum, penggunaan senjata, kebaharian, serta wawasan wilayah pertahanan laut.
Rana menambahkan Korps Marinir turut menyiapkan materi khas yang menjadi ciri pembinaan pasukan tersebut. Materi khusus itu mencakup penanaman karakter disiplin tinggi dan loyalitas, pembentukan mental pantang menyerah serta kemampuan beradaptasi dalam tekanan, dasar-dasar bertahan hidup, ketahanan lapangan, hingga penguatan soliditas tim atau esprit de corps.
“Kami juga memberikan pengetahuan tentang penanaman nilai kehormatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara,” jelas Rana.
Menurutnya, penguatan soliditas tim tetap penting diberikan meskipun peserta berasal dari latar belakang ASN karena fungsi komcad berkaitan dengan kesiapsiagaan pertahanan negara.
Tidak hanya materi, Korps Marinir juga menyiapkan dukungan fasilitas pelatihan secara penuh, mulai dari lapangan latihan, barak, ruang kelas, hingga tenaga medis milik satuan tersebut. Seluruh sarana itu disiapkan untuk memastikan pelatihan berjalan optimal.
Meski menggunakan standar latihan Marinir, pola pembinaan tetap akan disesuaikan dengan kondisi peserta yang berasal dari unsur sipil.
“Akan ada penyesuaian pada aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat peserta berasal dari unsur sipil,” jelas Rana.
Ia berharap fasilitas dan materi yang telah disiapkan dapat mendukung pelaksanaan pelatihan komcad ASN sehingga proses pendidikan berjalan maksimal dan tujuan pembentukan komponen cadangan dapat tercapai.
Kementerian Pertahanan sebelumnya menyampaikan sekitar 2.000 ASN akan mengikuti pelatihan komcad gelombang pertama di lima lokasi pendidikan militer.
“Pelaksanaan pelatihan gelombang pertama direncanakan berlangsung di beberapa lokasi pendidikan, antara lain di Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta, Kamis, (26/2/2026).
Rico menjelaskan para peserta ASN akan mendapatkan pelatihan dasar kemiliteran baik secara teori maupun praktik. Program pelatihan tersebut direncanakan dimulai pada April 2026 dengan durasi sekitar satu setengah bulan.
Kementerian Pertahanan juga menyiapkan kuota total 4.000 ASN untuk mengikuti program komcad dari berbagai kementerian dan lembaga. Setelah gelombang pertama sebanyak 2.000 peserta, pelatihan gelombang kedua dengan jumlah yang sama dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2026. Program komponen cadangan ASN ini menjadi bagian dari strategi penguatan sistem pertahanan negara berbasis sumber daya manusia sipil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































