
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. /Instagram-Bahlil.
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah akan membentuk tim khusus untuk mengawasi pengadaan batu bara bagi PT PLN (Persero). Langkah ini ditempuh untuk mencegah terulangnya gangguan pasokan batu bara yang berpotensi mengganggu ketahanan energi nasional dan sistem kelistrikan di Indonesia.
Pembentukan tim pengawasan tersebut dilakukan menyusul munculnya persoalan pasokan batu bara yang kembali menjadi perhatian pemerintah. Bahlil menilai masalah serupa pernah terjadi pada 2022 sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat agar tidak terus berulang.
"Kami dari pihak regulator melihat kalau ini tidak diawasi, kita tidak mau lagi seperti ini terus. Makanya saya membentuk tim. Tim pengadaannya itu dari PLN, Direktur Jenderal Batu Bara, BPKP, Inspektur Jenderal," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Menurut Bahlil, sebagai regulator, Kementerian ESDM berkepentingan memastikan seluruh proses pengadaan batu bara berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan yang lebih kuat dinilai penting agar kebutuhan energi primer untuk pembangkit listrik nasional tetap terjaga dan tidak mengganggu pelayanan listrik kepada masyarakat.
Tim pengawasan pengadaan batu bara PLN nantinya akan melibatkan sejumlah unsur pemerintah dan lembaga terkait untuk memperkuat tata kelola, transparansi, serta akuntabilitas dalam proses pengadaan batu bara.
Pemerintah juga membuka peluang melibatkan aparat penegak hukum sebagai pendamping dalam proses tersebut. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan seluruh tahapan pengadaan berjalan sesuai aturan dan terhindar dari praktik yang berpotensi merugikan negara.
"Tidak menutup kemungkinan kita melibatkan juga pendampingan dari para penegak hukum, agar hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi," katanya.
PLN Laporkan Kondisi Kelistrikan Jawa Mulai Membaik
Di sisi lain, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, bersama jajaran manajemen mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin siang untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut dilakukan guna melaporkan perkembangan penanganan pemadaman bergilir yang sempat terjadi di Pulau Jawa.
Sebelum pertemuan berlangsung, Darmawan menjelaskan bahwa kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai menunjukkan perbaikan. Menurut dia, pemadaman bergilir yang sempat terjadi pada pekan lalu berhasil diminimalkan sejak Minggu (21/6/2026).
Perbaikan kondisi sistem kelistrikan tersebut ditopang oleh mulai tersalurkannya pasokan energi primer yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pembangkit listrik, baik yang dikelola PLN maupun pembangkit milik mitra atau independent power producer (IPP).
Ketersediaan pasokan energi primer yang lebih stabil dinilai berperan penting dalam memperkuat ketahanan sistem kelistrikan Jawa sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor industri.
Selain itu, Darmawan mengungkapkan bahwa salah satu pembangkit besar milik mitra yang sebelumnya mengalami gangguan teknis telah berhasil dipulihkan dan kembali tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu malam.
Menurutnya, pembangkit tersebut kini kembali memasok listrik ke jaringan kelistrikan Pulau Jawa sehingga membantu meningkatkan cadangan daya dan memperkuat pasokan listrik di wilayah yang menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































