Badai Dahsyat di Prancis, 13.000 Rumah Masih Alami Pemadaman Listrik

8 hours ago 8

Badai Dahsyat di Prancis, 13.000 Rumah Masih Alami Pemadaman Listrik

Foto ilustrasi badai. - Dibuat menggunakan AI/Freepik

Harianjogja.com, PARIS—Badai dahsyat yang melanda sejumlah wilayah Prancis sejak Rabu malam (15/7/2026) masih menyisakan dampak besar. Hingga Kamis, sekitar 13.000 rumah tangga dilaporkan belum kembali mendapatkan aliran listrik, sementara kerusakan akibat hujan es, sambaran petir, banjir, dan gangguan transportasi masih terus ditangani.

Perusahaan operator distribusi listrik Enedis menyatakan kerusakan paling parah terjadi di wilayah Ardeche, Prancis selatan. Badai disertai hujan es berukuran beberapa sentimeter mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, kendaraan, hingga sejumlah bangunan umum.

Hampir Seluruh Rumah di Prades Rusak

Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling berat adalah Prades, yang berpenduduk sekitar 1.000 jiwa. Di daerah tersebut, sekitar 95 persen rumah diperkirakan mengalami kerusakan akibat hujan es yang turun dengan intensitas tinggi.

Selain hujan es, Ardeche juga mencatat lebih dari 2.200 sambaran petir hanya dalam waktu dua jam pada Rabu malam. Kondisi itu menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan yang paling terdampak selama badai berlangsung.

Sambaran petir turut memicu kebakaran vegetasi yang menghanguskan sekitar empat hektare lahan.

Ribuan Rumah Masih Kehilangan Listrik

Gangguan pasokan listrik juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Di Sarthe, sebanyak 17.000 rumah sempat mengalami pemadaman listrik pada Rabu malam.

Meski sebagian besar jaringan telah dipulihkan, hingga Kamis masih terdapat sekitar 6.000 pelanggan yang belum kembali memperoleh pasokan listrik. Sementara itu, sekitar 500 rumah di Dordogne juga masih mengalami pemadaman.

Transportasi dan Kebun Anggur Terdampak

Badai tidak hanya memutus pasokan listrik, tetapi juga memicu banjir serta mengganggu layanan transportasi di berbagai daerah.

Lalu lintas kereta api di sejumlah jalur masih terganggu akibat kerusakan infrastruktur serta kondisi tanah yang belum stabil setelah hujan deras.

Di wilayah Vaucluse, badai turut menyebabkan kerusakan pada kebun anggur.

Puluhan Wilayah Masih Berstatus Peringatan

Hingga Kamis, otoritas Prancis masih menetapkan 15 wilayah dalam status peringatan oranye akibat badai petir. Selain itu, 31 wilayah lainnya tetap berada dalam status peringatan oranye gelombang panas.

Dalam beberapa pekan terakhir, Prancis lebih dahulu dilanda gelombang panas ekstrem yang memicu kekeringan dan kebakaran hutan. Setelah itu, badai yang datang menyusul memperparah kondisi dengan menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik, infrastruktur, serta mengganggu sistem transportasi di sejumlah wilayah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |