85.000 Hektare Konsesi Perusahaan Terbakar, 335 Korporasi Disorot

5 hours ago 6

Newswire

Newswire Sabtu, 22 Agustus 2026 23:17 WIB

85.000 Hektare Konsesi Perusahaan Terbakar, 335 Korporasi Disorot

Menteri LH menyebut 85.000 hektare kawasan konsesi terbakar dan 335 perusahaan terindikasi memiliki titik api. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian pemerintah. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat menyebut sekitar 85.000 hektare kawasan konsesi perusahaan di sejumlah wilayah Indonesia terbakar.

Jumhur mengatakan kawasan yang terdampak karhutla tersebut tersebar di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Pemerintah juga menemukan ratusan perusahaan yang wilayah konsesinya terindikasi memiliki titik api.

"Ada sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi yang terindikasi memiliki titik api di wilayah konsesinya," kata Jumhur saat meninjau lokasi karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).

Menurut dia, pemerintah akan melakukan verifikasi lapangan terhadap perusahaan yang konsesinya terindikasi mengalami kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menindaklanjuti temuan titik api di kawasan konsesi.

Sementara itu, kondisi karhutla di Riau disebut mulai mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Jumhur menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah bersama kepolisian.

Sejumlah langkah telah dilakukan, antara lain pembangunan sekat kanal dan persiapan embung untuk membantu mengendalikan kondisi lahan yang rawan terbakar.

Karhutla Kerumutan Masih Jadi Perhatian

Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Pol Herry Heryawan membenarkan bahwa secara keseluruhan karhutla di wilayah Riau mengalami penurunan. Namun, masih terdapat satu lokasi yang menjadi perhatian, yakni kawasan Desa Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

"Di Kerumutan itu ada 280 sekian hektare yang terbakar, telah berlangsung 21 hari dan kami berkolaborasi dengan TNI, dibantu oleh Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan semua stakeholder terkait," ujarnya.

Herry menjelaskan kondisi lahan gambut di Kerumutan membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif. Upaya tersebut juga didukung operasi udara yang dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan setelah api muncul. Pemerintah dan aparat juga menjalankan berbagai langkah mitigasi sebelum kebakaran terjadi serta penanganan setelah kebakaran.

Selain fokus memadamkan api, Polda Riau bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat di Desa Kerumutan. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian karena berpotensi terdampak paparan asap akibat karhutla.

Petugas juga membagikan masker kepada masyarakat serta memberikan layanan trauma healing di wilayah yang terdampak kebakaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |