776 Titik Panas Terdeteksi di Kalsel, Asap Meluas ke Kalteng

7 hours ago 6

Newswire

Newswire Sabtu, 22 Agustus 2026 21:37 WIB

776 Titik Panas Terdeteksi di Kalsel, Asap Meluas ke Kalteng

Pesawat Jet Air parkir di apron Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (21/8/2026). Pihak Bandara Internasional Supadio mengatakan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional Bandara Supadio Pontianak sehingga menyebabkan 21 penerbangan pagi mengalami keterlambatan pada 18-21 Agustus 2026 akibat jarak pandang di bawah 1.000 meter. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/foc.\r\n

Harianjogja.com, BANJARBARU—Sebanyak 776 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kalimantan Selatan pada Sabtu (22/8/2026). Titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan jumlah terbanyak terpantau di Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut.

Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel, Utari Randiana, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan titik panas pada Sabtu yang dilakukan bersamaan dengan pemantauan kondisi cuaca dan sebaran asap di Kalimantan Selatan.

"Untuk wilayah Kalimantan Selatan, sebaran asap berada di bagian barat dan utara, dengan arah angin umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan lima hingga 15 knot berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer wilayah setempat," ujar Utari di Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026).

Berdasarkan pemantauan BMKG pada Jumat (21/8) pukul 17.00 Wita, sebaran asap terdeteksi di Kalimantan Selatan. Asap tersebut juga meluas hingga sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Utari menjelaskan asap mulai terdeteksi sejak pukul 02.00 Wita berdasarkan rekapitulasi laporan meteorologi. Kondisi tersebut kemudian diikuti penurunan jarak pandang pada pagi hari.

Jarak pandang bahkan turun cukup signifikan, dari sekitar 3.500 meter menjadi hanya 200 meter pada pukul 07.00 Wita.

Kabut Asap Terpantau di Sejumlah Wilayah

Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan kabut asap cukup signifikan terpantau di sejumlah kabupaten dan kota.

Wilayah yang terdampak antara lain Banjarbaru, kawasan yang berbatasan dengan Tanah Laut, serta Kabupaten Banjar.

"Untuk wilayah Banua Anam, berdasarkan citra satelit juga terdapat sebaran kabut asap, terutama di bagian barat dan utara yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah yang memiliki area gambut cukup luas," ujar Ariansyah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan.

Sebaran asap dapat memengaruhi jarak pandang dan kualitas udara, terutama di wilayah yang berada dekat dengan sumber kebakaran. Masyarakat di daerah terdampak perlu memperhatikan informasi terbaru dari BMKG dan BPBD setempat terkait kondisi udara serta potensi gangguan jarak pandang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |