17 SMP Negeri Kulonprogo Belum Penuhi Kuota Siswa Baru

5 hours ago 3

17 SMP Negeri Kulonprogo Belum Penuhi Kuota Siswa Baru

Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, KULONPROGO— Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri di Kabupaten Kulonprogo masih menyisakan sejumlah kursi kosong menjelang penutupan jalur domisili wilayah pada Selasa (30/6/2026) pukul 11.00 WIB. Data sementara Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo mencatat masih terdapat ratusan kursi yang belum terisi.

Sekretaris Disdikpora Kulonprogo, Nur Hadiyanto menyebutkan dari total 36 SMP Negeri dengan daya tampung 4.544 kursi, sebanyak 3.951 kursi atau 86,9 persen telah terisi. Artinya, masih tersisa sekitar 593 kursi yang belum terpenuhi dan jumlah tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya pendaftaran jalur domisili wilayah.

“Angka itu berdasarkan data pemutakhiran pendaftaran daring di kulonprogo.spmb.id,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, dari 36 SMP Negeri tersebut, masih terdapat 17 sekolah yang belum memenuhi kuota siswa. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di sejumlah kapanewon seperti Girimulyo, Pengasih, Samigaluh, Lendah, Kokap, Kalibawang, Sentolo, dan Wates.

Sementara itu, hanya empat kapanewon yang seluruh SMP Negeri di wilayahnya telah memenuhi kuota, yakni Galur, Temon, Panjatan, dan Nanggulan. Kondisi ini menunjukkan masih adanya ketimpangan distribusi pilihan sekolah di beberapa wilayah.

Nur Hadiyanto menambahkan, kekurangan kuota di 17 SMP Negeri tersebut bervariasi, mulai dari kurang dari 10 siswa hingga mencapai 92 kursi. Dua sekolah yang masih minim pendaftar adalah SMP Negeri 4 Pengasih dan SMP Negeri 3 Samigaluh, yang masing-masing baru terisi lima siswa dari kapasitas 64 kursi.

Adapun sekolah dengan kekurangan terbanyak adalah SMP Negeri 3 Girimulyo yang memiliki daya tampung 128 siswa, namun baru terisi 36 siswa. Kondisi ini menjadikannya salah satu sekolah dengan jumlah kekosongan terbesar dalam proses SPMB tahun ini.

Kepala Disdikpora Kulonprogo, Nur Wahyudi mengatakan pola tersebut sudah sesuai dengan prediksi awal, di mana sekolah-sekolah di wilayah Girimulyo, Samigaluh, dan Kokap cenderung memiliki daya tampung lebih besar namun tingkat peminat lebih rendah.

Ia juga mengimbau calon peserta didik yang belum mendaftar agar segera mempertimbangkan sekolah-sekolah yang masih memiliki banyak sisa kuota, mengingat waktu pendaftaran jalur domisili wilayah akan segera ditutup.

Dengan waktu yang semakin terbatas, Disdikpora berharap sisa kursi yang ada dapat segera terisi sehingga distribusi siswa di seluruh SMP Negeri di Kulonprogo dapat lebih merata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |