Trump Tunda Project Freedom, Pakistan Harap Perdamaian Iran-AS

1 hour ago 1

Trump Tunda Project Freedom, Pakistan Harap Perdamaian Iran-AS Kapal induk USS George HW Bush telah tiba di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS. Bush bergabung dengan Ford dan Lincoln saat Washington mempertahankan kehadiran angkatan laut yang besar di tengah kebuntuan negosiasi gencatan senjata dengan Iran. /ANTARA - Anadolu Ajensi / pri.

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah Pakistan menyambut positif keputusan Donald Trump menunda operasi militer Amerika Serikat di Selat Hormuz. Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal penting untuk meredakan ketegangan geopolitik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyebut keputusan Washington sebagai perkembangan yang dapat membuka jalan menuju stabilitas regional di tengah situasi yang masih sensitif.

Dalam pernyataan melalui platform X pada Rabu (6/5/2026), Sharif menilai respons Trump terhadap permintaan Pakistan dan sejumlah negara lain, termasuk Arab Saudi, akan memberi dampak besar terhadap upaya perdamaian di kawasan.

“Tanggapan Presiden AS Donald Trump terhadap permintaan yang diajukan Pakistan dan negara-negara lain akan sangat membantu dalam memajukan perdamaian, stabilitas, dan rekonsiliasi regional selama periode yang sensitif ini,” ujar Sharif.

Ia menegaskan Pakistan tetap berkomitmen mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog damai.

“Kami sangat berharap bahwa momentum saat ini akan mengarah pada kesepakatan yang menjamin perdamaian dan stabilitas berkelanjutan bagi kawasan tersebut dan sekitarnya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Trump mengumumkan penundaan operasi militer bertajuk Project Freedom yang dirancang untuk mengawal kapal-kapal dagang melewati Selat Hormuz. Keputusan itu diambil guna memberi ruang bagi proses negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Melalui platform Truth Social, Trump mengatakan operasi tersebut dijeda sementara setelah adanya permintaan dari Pakistan dan sejumlah negara lain.

“Kami telah sepakat bersama bahwa, sementara blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Project Freedom akan dijeda untuk waktu singkat guna melihat apakah kesepakatan itu dapat difinalisasi dan ditandatangani,” tulis Trump.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu dikabarkan menimbulkan korban sipil dan kerusakan di beberapa wilayah, termasuk Teheran.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk respons pertahanan.

Situasi tersebut memicu gangguan serius di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia yang menghubungkan negara-negara Teluk Persia dengan pasar global.

Ketidakstabilan di kawasan itu menyebabkan kenaikan harga minyak dunia dan memunculkan tekanan ekonomi di berbagai negara. Selat Hormuz sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.

Penundaan Project Freedom kini dipandang sebagai peluang baru untuk menurunkan eskalasi konflik dan membuka ruang diplomasi antara Washington dan Teheran.

Meski demikian, banyak pihak masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan damai permanen di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |