Toyota bZ5 2027 Dijual Rp290 Jutaan, Tantang Tesla Model Y

2 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA— Toyota memperkuat strategi di pasar mobil listrik China dengan menghadirkan bZ5 model 2027. Melalui FAW-Toyota, mobil listrik berbentuk crossover fastback tersebut ditawarkan dengan harga promo mulai RMB109.800 atau sekitar Rp290 jutaan.

Harga itu jauh di bawah harga resmi Tesla Model Y RWD yang saat ini mulai RMB263.500 di China. Jika dibandingkan berdasarkan harga tersebut, banderol promo Toyota bZ5 hanya sekitar 41,7% dari Model Y.

Langkah tersebut menjadi menarik karena Toyota tidak sekadar memangkas harga. Pada model tahun 2027 ini, pabrikan Jepang tersebut justru meningkatkan teknologi bantuan mengemudi dengan mengandalkan sistem yang dikembangkan bersama perusahaan teknologi China, Momenta.

Melansir laporan industri otomotif yang terbit pada akhir Agustus 2026 yang dikutip Arena EV, Rabu (2/9/2026), FAW-Toyota menyediakan enam varian bZ5 2027. Harga resminya berada di rentang RMB129.800 hingga RMB199.800.

Namun, dalam program harga terbatas, konsumen bisa mendapatkannya mulai RMB109.800 hingga RMB179.800. Potongan tersebut terdiri atas insentif tunai RMB16.000 dan subsidi tukar tambah RMB4.000.

Dengan kurs CNY/IDR sekitar Rp2.642 per yuan pada 2 September 2026, harga promo paling rendah tersebut setara sekitar Rp290 juta. Angka ini sekaligus menunjukkan bahwa Toyota sedang mencoba masuk lebih dalam ke segmen EV yang sangat sensitif terhadap harga di China.

Baterai BYD dan jarak tempuh 630 km

Toyota bZ5 2027 mempertahankan dua pilihan baterai berjenis lithium iron phosphate atau LFP. Kapasitasnya masing-masing 65,28 kWh dan 73,98 kWh.

Berdasarkan pengujian CLTC yang digunakan di China, baterai pertama mampu membawa mobil melaju hingga 550 km. Sementara varian baterai lebih besar memiliki klaim jarak tempuh hingga 630 km.

Baterai tersebut dipasok oleh FinDreams, bagian dari ekosistem BYD. Penggunaan rantai pasok lokal menjadi salah satu gambaran bagaimana Toyota menyesuaikan produk dan produksinya dengan karakter industri kendaraan listrik China.

Untuk penggerak, bZ5 menggunakan satu motor listrik yang dipasang di bagian depan. Motor tersebut memiliki daya maksimum 200 kW atau sekitar 268 hp, dengan torsi puncak 330 Nm.

Pengisian baterainya juga mendukung pengisian cepat. Berdasarkan spesifikasi yang dipublikasikan, baterai dapat diisi dari 30% menjadi 80% dalam kisaran 27 hingga 29 menit, bergantung pada konfigurasi.

Toyota tingkatkan teknologi bantuan mengemudi

Bagian yang paling menonjol pada bZ5 2027 justru bukan desain maupun motor listriknya, melainkan teknologi bantuan mengemudi.

Toyota memperbarui sistem Toyota Pilot dengan mengintegrasikan Momenta 6.0. Sistem ini menggunakan model R6 dari Momenta dan didukung chip dengan kemampuan komputasi hingga 544 TOPS. Model sebelumnya menggunakan Momenta 5.0.

Pada konfigurasi dengan teknologi tersebut, bZ5 menggunakan sensor LiDAR yang ditempatkan di atap. Sejumlah sensor lain juga mendukung sistem persepsi kendaraan, sehingga teknologi bantuan mengemudi dapat digunakan untuk berbagai fungsi, termasuk bantuan navigasi di jalan perkotaan dan jalan bebas hambatan serta fitur parkir.

Pembaruan ini memperlihatkan perubahan pendekatan Toyota di pasar China. Jika sebelumnya kekuatan utama Toyota identik dengan reputasi manufaktur dan kualitas kendaraan, bZ5 justru menunjukkan ketergantungan yang lebih besar terhadap ekosistem teknologi lokal.

Hal itu penting karena persaingan mobil listrik China tidak lagi hanya ditentukan kapasitas baterai atau harga. Fitur perangkat lunak, sistem bantuan mengemudi, konektivitas, dan kemampuan komputasi kendaraan semakin menjadi bagian dari pertimbangan konsumen.

Desain tetap bergaya crossover fastback

Dari sisi tampilan, Toyota tidak melakukan perubahan besar pada bZ5 2027. Mobil ini masih menggunakan konsep crossover fastback dengan garis atap yang rendah dan desain khas keluarga bZ.

Dimensinya mencapai panjang 4.780 mm, lebar 1.866 mm, dan tinggi 1.510 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.880 mm.

Bagian interior juga tetap mengusung pendekatan digital. Mobil ini dibekali layar tengah berukuran 15,6 inci dan berbagai fitur konektivitas. Beberapa varian juga menawarkan sistem audio JBL serta pengisian daya nirkabel 50 watt.

Dengan demikian, pembaruan bZ5 lebih tepat dilihat sebagai penyegaran teknologi dibandingkan perubahan desain total.

Harga agresif untuk mengangkat penjualan

Strategi Toyota menjadi semakin masuk akal jika melihat performa bZ5 sebelumnya di China. Penjualan model tersebut pada Juli 2026 tercatat hanya 529 unit, turun 64,59% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat harga promo RMB109.800 bukan sekadar angka promosi. Toyota tampaknya berusaha membuat bZ5 kembali masuk radar konsumen dengan kombinasi harga yang lebih rendah dan teknologi bantuan mengemudi yang lebih canggih.

Namun, harga murah saja belum menjamin keberhasilan. Pasar kendaraan listrik China memiliki banyak pemain lokal yang bergerak cepat dan menawarkan kombinasi harga, jarak tempuh, teknologi, serta fitur digital yang agresif.

Toyota bZ5 2027 karena itu menjadi salah satu contoh bagaimana produsen otomotif Jepang harus beradaptasi dengan perubahan pasar China. Bukan hanya soal membuat mobil listrik, tetapi juga bagaimana menggabungkan kemampuan manufaktur Toyota dengan teknologi dan rantai pasok yang berkembang di China.

Dengan harga promo mulai sekitar Rp290 jutaan, jarak tempuh hingga 630 km berdasarkan CLTC, motor 200 kW, serta peningkatan sistem bantuan mengemudi melalui Momenta 6.0, Toyota kini memiliki paket yang lebih kompetitif.

Pertanyaannya adalah apakah kombinasi tersebut cukup untuk mengembalikan minat konsumen China terhadap bZ5. Jawabannya baru akan terlihat dari performa penjualannya setelah strategi harga dan teknologi baru tersebut berjalan lebih jauh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |