Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.765 Pagi Ini

3 hours ago 2

Jumali

Jumali Rabu, 02 September 2026 10:17 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.765 Pagi Ini

Ilustrasi rupiah. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Rupiah berada di bawah tekanan pada awal perdagangan Rabu, 2 September 2026. Penguatan dolar AS menjadi salah satu sorotan setelah mata uang Amerika Serikat tersebut bergerak naik terhadap rupiah.

Mengacu pada data Investing sekitar pukul 09.10 WIB, dolar AS berada di level Rp17.765,2. Posisi tersebut naik 69,4 poin atau 0,39% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat di pasar valuta asing. Sebagai pembanding, data ANTARA mencatat rupiah pada pembukaan perdagangan domestik berada di Rp17.774 per dolar AS, melemah 30 poin atau 0,17% dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.744 per dolar AS.

Penguatan dolar juga tercermin pada Indeks Dolar AS atau DXY. Indeks tersebut berada di level 99,743, naik 0,106 poin atau 0,11%.

Kondisi pasar global turut menjadi perhatian investor. Reuters melaporkan dolar AS menguat pada Rabu di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dan memunculkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi. Kenaikan imbal hasil US Treasury serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed turut menopang daya tarik dolar sebagai aset safe haven.

Rupiah Tertekan Mata Uang Asia

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya terlihat pada pasangan dolar AS. Sejumlah mata uang utama Asia juga tercatat menguat terhadap rupiah pada perdagangan pagi.

Won Korea Selatan, misalnya, menguat 0,42% terhadap rupiah.

Yuan China berada di level Rp2.642,41, naik 3,51 poin atau 0,13%. Sementara dolar Singapura bergerak naik 15,12 poin atau 0,11% menjadi Rp13.947,21.

Pergerakan serupa terlihat pada yen Jepang. Mata uang Negeri Sakura tersebut naik tipis 0,07 poin atau 0,06% ke level Rp110,78.

Ringgit Malaysia juga menguat meski terbatas. Ringgit berada di level Rp4.392,72, naik 0,99 poin atau 0,02%.

Di antara mata uang utama yang dipantau, rupiah relatif stabil terhadap euro. Euro berada di level Rp20.568,0 dan tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi sebelumnya.

Sementara itu, rupiah justru mampu menguat tipis terhadap baht Thailand. Baht turun 0,042 poin atau 0,01% menjadi Rp532,525.

Harga Emas Ikut Terkoreksi

Pergerakan pasar pada Rabu pagi tidak hanya terlihat di valuta asing. Harga emas dunia juga mengalami tekanan.

Berdasarkan data yang digunakan dalam perdagangan pagi tersebut, XAU/USD berada di level USD4.292,82 per troy ounce. Angka itu turun USD35,54 atau 0,82%.

Penurunan harga emas sejalan dengan penguatan dolar dan meningkatnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Reuters mencatat harga emas spot pada Rabu juga turun ke sekitar USD4.304 per troy ounce dan berada di level terendah dalam sekitar tiga pekan.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia, pergerakan rupiah perlu diperhatikan karena perubahan kurs dapat memengaruhi biaya barang dan jasa yang memiliki komponen impor. Pelemahan rupiah juga dapat menjadi perhatian bagi konsumen yang memiliki kebutuhan pembayaran dalam valuta asing.

Pada awal perdagangan Rabu, rupiah dengan demikian masih menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS dan mayoritas mata uang utama Asia. Sementara itu, pasar global masih mencermati perkembangan geopolitik, harga minyak, imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta arah kebijakan bank sentral AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |