Topan Dolphin Hantam China, Sejuta Warga Dievakuasi

6 hours ago 2

Jumali

Jumali Senin, 10 Agustus 2026 11:37 WIB

Topan Dolphin Hantam China, Sejuta Warga Dievakuasi

Foto ilustrasi topan. - Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Topan Dolphin yang menerjang wilayah timur China pada Minggu (9/8/2026) memicu evakuasi besar-besaran, pembatalan penerbangan, hingga penghentian sejumlah aktivitas transportasi dan konstruksi. Badai ini disebut sebagai topan terkuat yang melanda China sepanjang 2026 dan menimbulkan ancaman banjir serta tanah longsor di berbagai wilayah.

Otoritas meteorologi China melaporkan Topan Dolphin mendarat di Kota Yuhuan, Provinsi Zhejiang, sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Saat mencapai daratan, badai tersebut membawa kecepatan angin hingga 151 kilometer per jam di sekitar pusat pusarannya, setara badai Kategori 1 dalam skala Saffir-Simpson.

Sebelum menghantam China, Topan Dolphin lebih dahulu melintasi Prefektur Okinawa, Jepang. Dampaknya menyebabkan sedikitnya enam orang mengalami luka-luka dan memutus pasokan listrik ke lebih dari 50.000 bangunan.

Masuknya Topan Dolphin ke wilayah China langsung memicu langkah antisipasi dari pemerintah setempat. Sejumlah daerah yang diperkirakan berada di jalur dampak badai bergerak cepat melakukan evakuasi warga dan menghentikan aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Di Provinsi Zhejiang, pemerintah Kota Wenzhou mengevakuasi lebih dari 900.000 penduduk dari kawasan rawan bencana. Untuk menampung para pengungsi, lebih dari 1.000 lokasi penampungan darurat disiapkan.

Langkah serupa juga dilakukan di Provinsi Fujian. Hampir 100.000 warga dipindahkan dari daerah berisiko tinggi guna menghindari dampak langsung hujan deras, banjir, maupun longsor yang berpotensi terjadi setelah badai melintas.

Sementara itu, Shanghai turut mengambil langkah darurat dengan mengevakuasi setidaknya 30.300 orang. Aktivitas transportasi udara juga terdampak cukup besar setelah sekitar 1.500 penerbangan dibatalkan demi alasan keselamatan.

Gangguan tidak hanya terjadi di sektor penerbangan. Di Provinsi Fujian, sebanyak 55 rute kapal feri penumpang pesisir dihentikan sementara. Selain itu, 115 proyek konstruksi lepas pantai juga ditangguhkan hingga kondisi cuaca dinilai aman.

Pusat Meteorologi Nasional China memperingatkan bahwa dampak Topan Dolphin belum berakhir meski telah mendarat. Hujan deras diperkirakan masih akan mengguyur sejumlah wilayah hingga Senin (10/8/2026), termasuk Zhejiang, Shanghai, Fujian bagian utara, Jiangxi, Anhui, serta sebagian besar Jiangsu.

Kepala prakirawan cuaca Pusat Meteorologi Nasional China, Wang Haiping, menjelaskan bahwa Topan Dolphin diperkirakan bergerak ke arah barat sebelum melambat di kawasan China bagian tengah hingga barat daya.

Pergerakan tersebut berpotensi memperpanjang periode hujan lebat di sejumlah wilayah. Kondisi itu meningkatkan risiko banjir, luapan sungai kecil, hingga tanah longsor, terutama di kawasan pegunungan dan daerah aliran sungai.

Mengantisipasi kemungkinan terburuk, pemerintah daerah di Zhejiang, Shanghai, dan Jiangsu telah mengaktifkan respons darurat Level III. Status tersebut memungkinkan pengerahan sumber daya lebih cepat untuk evakuasi, penyelamatan, serta penanganan dampak bencana.

Dengan skala kerusakan dan jumlah warga terdampak yang terus bertambah, Topan Dolphin menjadi salah satu peristiwa cuaca ekstrem terbesar yang dihadapi China sepanjang tahun ini. Otoritas setempat masih terus memantau perkembangan badai dan meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir maupun longsor susulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |