
Terinspirasi Kisah Copet Konser di Solo, Pesta Copet Hadirkan Sajian Fresh dan Berani./ ist
YOGYAKARTA — Penonton Solo dan Yogyakarta menjadi salah satu saksi pertama kemegahan film Operasi Pesta Copet, yang menjalani proses syuting di tengah festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora.
Solo dan Yogyakarta menjadi bagian dari rangkaian roadshow film persembahan Imajinari yang bekerja sama dengan Angin Segar dan Boss Creator tersebut. Tak hanya menggelar nonton bareng (nobar), jajaran sineas dan pemeran Operasi Pesta Copet juga melakukan sesi tanda tangan poster serta meet and greet di Solo Paragon Mall dan Plaza Ambarrukmo Yogyakarta.
Bersama jajaran pemeran Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba, serta produser Ernest Prakasa dan sutradara Edy Khemod, penonton Operasi Pesta Copet di Solo dan Yogyakarta diajak menikmati kisah persahabatan sekaligus terhibur dengan aksi pencopetan yang dikemas secara komedi.
Tayangnya Operasi Pesta Copet di Solo dan Yogyakarta lebih awal juga menjadi momen yang istimewa. Sebab, ide film tersebut justru bermula dari sebuah insiden di Solo. Kala itu, sutradara Edy Khemod yang tengah tampil bersama grup band-nya, Seringai, melihat fenomena pencopetan di konser.
Ide tersebut kemudian dikembangkan Khemod dan menjadi bagian dari DNA cerita Operasi Pesta Copet.
Film ini mengikuti kisah empat sahabat, yakni Ijal (Iqbaal Ramadhan), Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba). Keempatnya menjalankan misi mengumpulkan 300 ponsel untuk dijual dengan cara mencopet di Pestapora.
Namun, cerita yang disajikan tidak hanya berkutat pada aksi pencopetan. Film ini juga menghadirkan kisah persahabatan, komedi satir, serta drama yang hangat.
“Inspirasinya sebenarnya karena sering terjadi pencopetan di konser Seringai. Contohnya, ada satu konser di Solo, di mana Seringai menemukan ternyata copet yang tertangkap empat orang dari Jakarta, dan ada perempuan di grup copet tersebut. Mereka benar-benar pergi ke Solo untuk nyopet di konser Seringai,” ujar sutradara Edy Khemod.
Menurut Khemod, fenomena tersebut menarik untuk diangkat karena memunculkan berbagai pertanyaan mengenai latar belakang para pelaku.
“Bagi saya itu fenomena sosial yang menarik. Dan jadi banyak pertanyaan yang menggelitik. Apakah mereka anak musik yang butuh uang, atau mereka copet jalanan yang belajar skena musik? Bagi saya ini jalan ceritanya. Saya bisa membahas musik Indonesia tapi dari sudut pandang yang unik dan beda, yaitu dari sisi sosiologis yang terjadi di Indonesia tentang copet,” lanjut Khemod.
Produksi Film Berlangsung Panjang
Sementara itu, produser Ernest Prakasa mengungkapkan Operasi Pesta Copet menjadi salah satu produksi dengan persiapan terpanjang bagi Imajinari. Ide film tersebut dikembangkan sejak 2023 dan baru tayang tiga tahun kemudian.
“Inginnya saat orang keluar, ingin merasakan kalau Operasi Pesta Copet adalah suguhan yang fresh, nekat, dan berani. Sebuah sajian yang jarang bisa ditemukan di bioskop Indonesia. Semoga penonton bisa menangkap spirit keberanian dan kenekatan di film ini,” ujar Ernest.
Operasi Pesta Copet tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Sebelumnya, film tersebut menggelar rangkaian roadshow di 11 kota pada 22–31 Agustus 2026.
Selain Solo dan Yogyakarta, rangkaian roadshow digelar di Malang pada 22 Agustus, Surabaya dan Sidoarjo pada 23 Agustus, Semarang pada 26 Agustus, Purwokerto pada 27 Agustus, Cirebon pada 28 Agustus, Bandung pada 29 Agustus, Bekasi pada 30 Agustus, serta Bogor pada 31 Agustus 2026.
Film Operasi Pesta Copet diproduksi Imajinari bekerja sama dengan Angin Segar dan Boss Creator. Meski mengangkat premis tentang pencopetan, film ini menempatkan persahabatan serta konteks sosial dan emosi sebagai bagian penting dalam cerita. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558829/original/015961100_1776485350-IMG_20260418_120558_524.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)