Taman Kyai Langgeng Akan Ditata, UMKM Tetap Difasilitasi

8 hours ago 2

Taman Kyai Langgeng Akan Ditata, UMKM Tetap Difasilitasi

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono meninjau kawasan Taman Kiai Langgeng (TKL), Kamis (16/7/2026). Istimewa-Dokumen Pemkot Magelang

Harianjogja.com, MAGELANG—Pemerintah Kota Magelang mulai mematangkan penataan kawasan Taman Kyai Langgeng (TKL) guna meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penataan juga diarahkan untuk menghadirkan kawasan wisata yang lebih tertata tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat.

Selain memperbaiki tata kawasan dan sistem parkir, pemerintah memastikan penataan tidak dilakukan melalui penggusuran. Pelaku UMKM akan didata dan disiapkan lokasi usaha yang lebih tertata agar aktivitas ekonomi di kawasan wisata tetap berjalan dengan baik.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengatakan penataan kawasan TKL dilakukan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman, tertib, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah memiliki peran sebagai fasilitator dalam memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu mendukung kepentingan masyarakat, termasuk pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan aktivitas usahanya di kawasan tersebut.

"Tujuan penataan ini adalah mewujudkan kawasan Taman Kyai Langgeng yang lebih tertata, termasuk sistem parkir yang ideal," ujar Damar usai meninjau area los UMKM di depan TKL, Kamis (16/7/2026).

Ia berharap penataan kawasan dapat menciptakan lingkungan wisata yang lebih nyaman dan tertib sehingga mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Kyai Langgeng. Peningkatan jumlah pengunjung tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap pendapatan pelaku UMKM.

"Semua ini merupakan satu ekosistem yang saling berkaitan. Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Tujuan akhirnya adalah untuk masyarakat," katanya.

Damar menegaskan penataan kawasan tidak akan dilakukan melalui penggusuran. Sebelum pelaksanaan program, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada para pelaku UMKM sekaligus melaksanakan pendataan sebagai bagian dari proses penataan.

Pemerintah Kota Magelang juga akan menyiapkan lokasi usaha yang lebih tertata sehingga pelaku UMKM tetap dapat menjalankan aktivitas ekonominya selama kawasan wisata terus dikembangkan.

Penataan kawasan diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di sekitar Taman Kyai Langgeng yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan tingkat keterisian kios.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Imam Baihaqi, menjelaskan bangunan kios di kawasan TKL dibangun pada 2010 sebagai fasilitas penjualan berbagai produk oleh-oleh dan mulai diresmikan pada 2012.

Ia mengungkapkan jumlah kios yang masih beroperasi terus mengalami penurunan. Dari sekitar 160 kios yang tersedia pada awal pembangunan, jumlahnya berkurang menjadi sekitar 120 kios dan saat ini hanya sekitar 40 kios yang masih aktif digunakan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam melakukan penataan kawasan wisata agar mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang tersedia.

Melalui penataan yang dilakukan secara bertahap, Pemerintah Kota Magelang berharap Taman Kyai Langgeng dapat menjadi kawasan wisata yang lebih tertata, nyaman, dan memiliki daya tarik yang semakin kuat. Kehadiran kawasan wisata yang lebih baik juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Kota Magelang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |