Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,saat ditemui wartawan di Kepatihan, Jumat (17/10/2025). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL — Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat pertumbuhan 5,94 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan IV 2025, menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, optimistis capaian tersebut dapat ditingkatkan hingga menembus 6 persen pada 2026, meski di tengah efisiensi anggaran belanja.
“Dengan fokus pada anggaran yang dimiliki baik pemerintah daerah maupun kabupaten/kota, pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2026 dapat tembus 6 persen,” ujar Sultan dalam acara silaturahmi di Pendopo Parasamya Bantul, Jumat (10/4/2026).
ASN Diminta Lebih Inovatif
Dalam kegiatan Silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY 1447 H/2026 M tersebut, Sultan juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bantul untuk lebih inovatif dan kreatif.
Menurutnya, momentum Idulfitri harus dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus melahirkan ide-ide pembaruan dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Idulfitri adalah momentum tepat untuk introspeksi diri bagi segenap anak bangsa,” ungkapnya.
Sultan menekankan pentingnya nilai moral dalam menjalankan pemerintahan, yang tercermin dalam ajaran budaya Jawa, termasuk Serat Piwulang dari Sri Sultan Hamengku Buwana I.
Nilai tersebut menegaskan pentingnya solidaritas, empati, dan tanggung jawab dalam pengabdian sebagai abdi negara.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijaga dengan integritas dan kejernihan nurani.
Pemkab Bantul Perkuat Sinergi
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyambut kehadiran Gubernur DIY sebagai motivasi untuk memperkuat semangat pembangunan daerah.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan sinergi, memperbaiki kinerja, serta memperkuat integritas dalam menjalankan pemerintahan.
“Semangat ini kami jadikan landasan dalam melaksanakan pembangunan agar selaras dengan visi Daerah Istimewa Yogyakarta yang berbasis pada keluhuran budaya dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Bantul juga berkomitmen melakukan introspeksi dan pembenahan berkelanjutan melalui momentum syawalan. Upaya ini diarahkan untuk mewujudkan Bantul yang maju, kuat, demokratis, dan sejahtera, sekaligus mendukung pembangunan DIY secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































