
Foto ilustrasi sakit perut/keracunan. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO— Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatisarono, Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, menyusul dugaan keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah itu diambil setelah sekitar 70 siswa SMK Negeri 1 Nanggulan dilaporkan mengalami mual dan diare usai mengonsumsi menu MBG.
Peristiwa tersebut terjadi setelah makanan didistribusikan pada Senin (3/8/2026). Seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan medis secara rawat jalan dan tidak ada laporan korban dalam kondisi kritis.
Inspeksi Temukan Dugaan Pelanggaran SOP Keamanan Pangan
Penghentian operasional dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman selaku penanggung jawab wilayah. Berdasarkan inspeksi awal di dapur SPPG Jatisarono, tim menemukan sejumlah dugaan pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) keamanan pangan.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah dugaan penyimpanan lauk hewani yang telah matang pada suhu ruang dalam waktu cukup lama. Selain itu, pengelola dapur diduga tidak menjalankan prosedur penyimpanan sampel makanan secara lengkap.
"Sampel yang disimpan belum lengkap karena tidak mencakup seluruh komponen menu, termasuk lauk ayam yang sedang menjadi objek pemeriksaan," ungkap Kepala KPPG Sleman, Harsono Budi Waluyo dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).
BGN Tunggu Hasil Uji Laboratorium
Saat ini BGN berkoordinasi dengan Puskesmas Nanggulan, Dinas Kesehatan, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk menguji sampel makanan beserta bahan baku yang digunakan.
Pemeriksaan dilakukan guna memastikan penyebab dugaan keracunan berdasarkan hasil ilmiah sebelum diambil langkah lanjutan.
Harsono menegaskan penghentian sementara operasional SPPG merupakan bentuk pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi selama proses investigasi berlangsung.
"Keselamatan penerima manfaat adalah prioritas utama. Apabila hasil investigasi membuktikan adanya kelalaian atau pelanggaran SOP, tentu akan diberikan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku," tegas Harsono.
Ia juga meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian hingga hasil pemeriksaan laboratorium resmi diterbitkan.
"Pemeriksaan menyeluruh dilakukan terhadap proses produksi, penyimpanan, pemorsian, distribusi serta penerapan standar higiene dan sanitas," imbuhnya.
Dinkes Kulonprogo Telusuri Proses Pengolahan MBG
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Susilaningsih, mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan keracunan pada 4 Agustus 2026 dan langsung melakukan investigasi bersama Puskesmas serta SPPG penyedia MBG.
Hasil penelusuran awal menunjukkan proses memasak dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama berlangsung pukul 01.00 hingga 04.00 WIB, sedangkan tahap kedua pada pukul 05.00 hingga 08.00 WIB.
Menu MBG kemudian diterima pihak sekolah sekitar pukul 10.45 WIB dan dikonsumsi siswa pada pukul 11.30 WIB.
"Hasil investigasi risiko ayam panggang tetapi masih menunggu hasil laborat dari sampel yang diambil," ucap Susilaningsih.
Ia menambahkan tidak ada siswa yang harus menjalani perawatan inap akibat dugaan keracunan tersebut. Seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara rawat jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online












































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)



