Harianjogja.com, JOGJA— Indonesia resmi mengirimkan 11 wakil untuk tampil di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 atau BWF World Championships 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus 2026. Sejumlah pemain unggulan Merah Putih dari lima sektor disiapkan untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia pada salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender bulutangkis internasional.
Nama-nama seperti Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, hingga pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi tumpuan harapan Indonesia untuk meraih prestasi terbaik di India.
Selain para pemain berpengalaman, Indonesia juga memberi kesempatan kepada sejumlah talenta muda untuk menguji kemampuan mereka di level tertinggi dunia.
Jonatan Christie dan Alwi Farhan Pimpin Tunggal Putra
Di sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan dua wakil yang akan memulai perjuangan mereka dari babak pertama.
Jonatan Christie yang menempati unggulan ketiga akan menghadapi Matthias Kicklitz dari Jerman. Sementara Alwi Farhan, yang menjadi unggulan ke-11, dijadwalkan bertemu Yoo Tae Bin dari Korea Selatan.
Jonatan datang ke Kejuaraan Dunia dengan status sebagai salah satu pemain elite dunia setelah tampil konsisten sepanjang musim. Di sisi lain, Alwi akan menjalani debutnya di ajang Kejuaraan Dunia senior dan berpeluang mencuri perhatian.
Kesempatan Besar bagi Alwi Farhan
Turnamen ini menjadi panggung penting bagi Alwi Farhan yang baru berusia 19 tahun. Penampilannya akan menjadi salah satu yang paling dinantikan mengingat statusnya sebagai salah satu pemain muda potensial Indonesia.
Kejuaraan Dunia 2026 juga menjadi ujian untuk mengukur sejauh mana perkembangan Alwi saat menghadapi pemain-pemain papan atas dunia.
Putri Kusuma Wardani Jadi Tumpuan Tunggal Putri
Pada sektor tunggal putri, Indonesia mengandalkan Putri Kusuma Wardani yang menempati unggulan keenam.
Putri akan memulai perjalanan menghadapi De Guzman M. Joy dari Filipina. Sementara wakil Indonesia lainnya, Thalita R. Wiryawan, bertemu Ines Lucia Castillo dari Peru pada babak pertama.
Absennya sejumlah pemain senior membuat Putri menjadi andalan utama Indonesia di nomor tunggal putri.
Pemain yang akrab disapa Putri KW tersebut diharapkan mampu melangkah jauh dan membuka peluang Indonesia meraih medali dari sektor tunggal putri.
Thalita Dapat Kesempatan Tampil di Panggung Dunia
Bagi Thalita R. Wiryawan, Kejuaraan Dunia menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman menghadapi persaingan internasional level tertinggi.
Penampilan di New Delhi akan menjadi modal berharga bagi perkembangan kariernya di masa mendatang.
Fajar/Fikri Jadi Andalan Utama Ganda Putra
Sektor ganda putra kembali menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia.
Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mendapatkan keuntungan berupa bye pada babak pertama.
Mereka datang ke Kejuaraan Dunia dengan modal luar biasa setelah sukses menjuarai BWF World Tour Super 750 Japan Open dan BWF World Tour Super 1000 China Open, sekaligus mempertahankan gelar yang mereka raih sebelumnya.
Performa impresif tersebut membuat Fajar/Fikri masuk dalam daftar kandidat kuat peraih gelar juara dunia.
Raymond/Nikolaus Jalani Debut
Selain Fajar/Fikri, Indonesia juga menurunkan pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang akan menjalani debut di Kejuaraan Dunia.
Pasangan lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi, juga memperoleh bye pada babak pertama.
Ketiga pasangan tersebut diharapkan mampu memperkuat peluang Indonesia di sektor yang selama ini menjadi salah satu penyumbang prestasi terbesar bulutangkis nasional.
Dua Ganda Putri Dapat Bye
Di sektor ganda putri, Indonesia mengirim dua pasangan yang sama-sama mendapatkan bye pada babak pertama.
Mereka adalah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa T. Puspitasari dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
Febriana/Meilysa menjadi pasangan yang paling diandalkan setelah menunjukkan konsistensi performa sepanjang musim.
Sementara Rachel/Febi diharapkan mampu memberi kejutan dan bersaing dengan pasangan-pasangan unggulan dari negara lain.
Ganda Campuran Cari Kejutan
Indonesia juga menurunkan dua pasangan pada sektor ganda campuran.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah akan menghadapi pasangan Turki, Emre Sonmez/Yasemen Bektas.
Sementara Marwan Faza/Aisyah S. Putri Pranata dijadwalkan melawan pasangan Serbia, Mihajlo Tomic/Andjela Vitman.
Meski tidak diunggulkan, kedua pasangan tersebut diharapkan mampu memberikan hasil positif dan memperbaiki pencapaian Indonesia di sektor ganda campuran.
Target Indonesia di New Delhi
Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk kembali meraih gelar juara dunia setelah beberapa tahun menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi salah satu harapan terbesar berkat performa mereka yang sedang menanjak.
Selain itu, Jonatan Christie dan Putri Kusuma Wardani juga diproyeksikan mampu bersaing di fase-fase akhir turnamen.
Sementara para pemain muda seperti Alwi Farhan, Thalita R. Wiryawan, serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mendapat kesempatan membuktikan kualitas mereka di panggung dunia.
Dengan kombinasi pemain senior dan talenta muda, Indonesia berharap dapat membawa pulang setidaknya satu gelar juara dari New Delhi pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.












































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)
