Sering Mengantuk dan Mudah Marah? Tanda Tubuh Alami Kelelahan Kronis

3 hours ago 1

Sering Mengantuk dan Mudah Marah? Tanda Tubuh Alami Kelelahan Kronis Ilustrasi. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA — Rasa lelah yang terus muncul ternyata tidak boleh dianggap sepele. Praktisi kesehatan masyarakat lulusan Universitas Indonesia, Ngabila Salama, mengingatkan bahwa tubuh biasanya sudah memberikan berbagai sinyal saat mengalami kelelahan berlebihan.

Sayangnya, banyak orang justru mengabaikan tanda-tanda tersebut karena dianggap sebagai dampak biasa dari aktivitas harian yang padat.

“Tubuh yang terlalu lelah sering memberi tanda yang dianggap sepele. Bila diabaikan secara terus menerus, kelelahan kronis dapat meningkatkan risiko kesehatan fisik maupun mental,” kata Ngabila dikutip dari Antara, Kamis (7/5/2026).

Menurut Ngabila, salah satu gejala paling umum adalah rasa kantuk berlebihan di siang hari meskipun seseorang merasa sudah cukup tidur. Selain itu, tubuh yang kelelahan juga biasanya ditandai sulit berkonsentrasi, mudah lupa, hingga emosi yang menjadi lebih sensitif.

Tak hanya berdampak pada mental, kelelahan kronis juga memengaruhi kondisi fisik. Sakit kepala berkepanjangan, tubuh pegal, mata terasa berat, hingga daya tahan tubuh menurun menjadi tanda lain yang perlu diwaspadai.

Ia menjelaskan, kurangnya kualitas tidur menjadi salah satu penyebab utama tubuh mudah mengalami kelelahan berkepanjangan. Banyak orang mencoba “membayar” kekurangan tidur dengan tidur lebih lama saat akhir pekan.

Menurut Ngabila, cara tersebut memang bisa membantu mengurangi utang tidur sementara, tetapi tidak boleh dilakukan secara berlebihan.

“Namun, bila terlalu berlebihan sampai siang atau mengubah jam tidur drastis, ritme biologis tubuh bisa terganggu dan justru membuat tubuh lebih lemas saat kembali beraktivitas. Yang paling baik adalah menjaga jadwal tidur tetap konsisten setiap hari dan memperbaiki kualitas tidur secara bertahap,” kata dia.

Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, Ngabila menyarankan masyarakat mulai membiasakan pola tidur yang teratur, termasuk tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.

Selain itu, penggunaan gawai sebelum tidur juga perlu dikurangi karena cahaya layar dapat membuat otak tetap aktif sehingga tubuh sulit rileks.

Ia menyarankan agar penggunaan ponsel atau perangkat elektronik dihentikan setidaknya satu jam sebelum tidur.

Lingkungan kamar juga berpengaruh besar terhadap kualitas istirahat. Kamar yang nyaman, minim cahaya, dan memiliki suhu sejuk dinilai mampu membantu tubuh lebih cepat tertidur.

Ngabila juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari konsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein pada malam hari karena dapat mengganggu ritme tidur alami tubuh.

Selain menjaga pola tidur, olahraga ringan secara rutin dinilai penting untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh.

Menurutnya, aktivitas fisik yang teratur dapat membantu tubuh lebih segar dan meningkatkan kualitas tidur secara alami.

Namun, jika rasa lelah tetap muncul dalam waktu lama meski sudah cukup beristirahat, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.

Pasalnya, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu seperti anemia, stres berkepanjangan, gangguan tidur, hingga penyakit lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |