Sensus Ekonomi Kota Jogja Capai 71%, BPS Optimistis Rampung Agustus

2 hours ago 1

Sensus Ekonomi Kota Jogja Capai 71%, BPS Optimistis Rampung Agustus

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kedua kanan) berswafoto dengan petugas sensus ekonomi saat menghadiri semarak sensus ekonomi 2026 di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (28/6/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Harianjogja.com, JOGJA—Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Jogja terus menunjukkan perkembangan positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mencatat proses pendataan telah mencapai sekitar 71 persen dan optimistis seluruh target sensus dapat diselesaikan sesuai jadwal pada 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kota Jogja, Joko Prayitno, mengatakan capaian tersebut masih berada pada jalur yang telah direncanakan. Berdasarkan pemantauan melalui dashboard pelaksanaan sensus di setiap kemantren, progres pendataan bahkan telah mencapai sekitar 72 persen di sejumlah wilayah.

"Berdasarkan dashboard kami [capaian Sensus Ekonomi di setiap kemantren] sudah 71%, bahkan ada yang menunjukkan sekitar 72%. Secara jadwal masih on the track dan kami optimistis target pendataan sampai 31 Agustus bisa tercapai," ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Joko menjelaskan, tantangan terbesar selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bukan berasal dari penolakan masyarakat. Kendala yang paling sering dihadapi petugas justru ketika rumah maupun tempat usaha yang menjadi sasaran pendataan sedang tidak berpenghuni saat didatangi.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan tantangan yang lazim terjadi dalam berbagai kegiatan survei BPS Kota Jogja karena banyak warga sedang bekerja atau menjalankan aktivitas di luar rumah.

"Kalau rumahnya kosong, petugas akan mendata rumah atau usaha lain yang ada penghuninya terlebih dahulu, kemudian kembali lagi pada waktu yang memungkinkan. Itu tantangan yang biasa kami hadapi," katanya.

Meski menghadapi kondisi tersebut, BPS Kota Jogja tetap menjalankan pendataan sesuai mekanisme yang telah disusun agar target penyelesaian sensus tidak terganggu.

Tidak Ada Penolakan dari Masyarakat

Joko memastikan hingga saat ini pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Jogja berjalan lancar tanpa adanya penolakan dari masyarakat.

Apabila muncul kendala di lapangan, BPS telah menyiapkan mekanisme penanganan secara berjenjang mulai dari petugas lapangan, pengawas, hingga tim BPS Kota Jogja.

"Alhamdulillah, sampai saat ini di Jogja tidak ada penolakan. Semua bisa berjalan dengan baik karena kami juga memiliki prosedur penanganan jika ada permasalahan di lapangan," ungkapnya.

Menurut Joko, tingginya partisipasi masyarakat tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Kota Jogja dalam menyosialisasikan Sensus Ekonomi 2026.

Ia menuturkan, dukungan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, termasuk kesediaannya menjadi responden sensus serta menyampaikan ajakan melalui video, memberikan dampak positif terhadap tingkat kepercayaan masyarakat.

Selain itu, Wali Kota Jogja bersama jajaran pemerintah daerah juga aktif membantu sosialisasi melalui berbagai media, mulai dari pemasangan videotron di sejumlah kemantren, penyebaran informasi di kawasan Teras Malioboro, hingga siaran sosialisasi di Pasar Beringharjo.

"Saya sudah empat kali mengikuti sensus ekonomi selama berkarier di BPS. Dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan kali ini benar-benar luar biasa," katanya.

Joko menambahkan, Pemerintah Kota Jogja juga memfasilitasi sosialisasi hingga tingkat kemantren, kelurahan, camat, dan lurah sehingga masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pelaksanaan sensus.

Menurut Joko, masyarakat Kota Jogja relatif mudah menerima pelaksanaan Sensus Ekonomi karena kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan tidak menimbulkan kerugian bagi responden.

Ia menegaskan bahwa BPS hanya mengumpulkan informasi untuk kepentingan statistik. Seluruh jawaban masyarakat dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan untuk kepentingan lain.

"Kami hanya meminta informasi. Tidak ada pungutan biaya dan seluruh jawaban masyarakat dijamin kerahasiaannya serta tidak akan digunakan untuk kepentingan lain," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |