
Ban Kendaraan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Banyak pemilik mobil berupaya menekan pengeluaran bahan bakar dengan berbagai cara, mulai dari memilih BBM tertentu hingga mengubah gaya mengemudi agar lebih hemat. Namun, ada satu faktor penting yang sering luput dari perhatian, yakni tekanan angin ban.
Padahal, kondisi tekanan ban memiliki pengaruh langsung terhadap konsumsi bahan bakar, kenyamanan berkendara, hingga keselamatan selama perjalanan. Tekanan ban yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama dapat menimbulkan masalah yang berdampak pada performa kendaraan dan biaya perawatan.
Dilansir dari sejumlah sumber, sejumlah pakar otomotif menilai pemeriksaan tekanan ban secara rutin merupakan salah satu langkah paling mudah sekaligus efektif untuk menjaga efisiensi kendaraan. Sayangnya, banyak pengemudi baru memeriksa tekanan ban ketika ban terlihat kempis atau muncul masalah saat berkendara.
Tekanan Ban Rendah Bikin Mobil Lebih Boros
Ketika tekanan angin berada di bawah rekomendasi pabrikan, permukaan ban yang menempel pada aspal menjadi lebih luas. Kondisi tersebut meningkatkan hambatan gulir atau rolling resistance sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan.
Akibatnya, konsumsi bahan bakar meningkat karena mesin harus bekerja lebih keras, terutama saat melaju di kawasan perkotaan dengan lalu lintas padat dan kondisi berhenti-jalan yang berulang.
Selain memicu pemborosan BBM, tekanan ban yang rendah juga mempercepat keausan ban. Distribusi beban yang tidak merata membuat bagian tertentu pada ban terkikis lebih cepat dibanding area lainnya. Jika dibiarkan, pemilik kendaraan harus mengganti ban lebih cepat dari usia pakai normal.
Risiko lain yang tidak kalah penting adalah meningkatnya suhu ban saat digunakan. Tekanan yang kurang dapat menyebabkan ban lebih mudah panas sehingga berpotensi menurunkan daya tahan komponen ban dalam jangka panjang.
Ban Terlalu Keras Juga Berbahaya
Sebagian pengemudi beranggapan tekanan ban yang lebih tinggi akan membuat kendaraan lebih irit bahan bakar. Meski hambatan gulir memang bisa berkurang, tekanan angin yang berlebihan justru menghadirkan risiko lain.
Saat tekanan ban terlalu tinggi, area kontak ban dengan permukaan jalan menjadi lebih kecil. Akibatnya, daya cengkeram berkurang sehingga kendaraan lebih mudah kehilangan traksi, terutama ketika melakukan pengereman mendadak atau melintasi jalan yang basah dan licin.
Kondisi tersebut juga memengaruhi kenyamanan berkendara. Ban terasa lebih keras sehingga getaran dari permukaan jalan lebih banyak diteruskan ke kabin kendaraan.
Tak hanya itu, ban yang terlalu keras lebih rentan mengalami kerusakan ketika menghantam lubang jalan, polisi tidur, atau benda keras lainnya karena kemampuan menyerap benturan menjadi lebih rendah.
Cara Mengetahui Tekanan Ban yang Tepat
Setiap kendaraan memiliki standar tekanan ban yang berbeda. Angka ideal biasanya telah ditentukan oleh pabrikan berdasarkan bobot kendaraan, ukuran ban, dan karakteristik penggunaan mobil.
Informasi tekanan ban yang direkomendasikan umumnya dapat ditemukan pada stiker di sisi pintu pengemudi, bagian dalam tutup tangki bahan bakar, atau buku panduan kendaraan.
Pemeriksaan tekanan ban disarankan dilakukan minimal satu kali setiap bulan. Pengemudi juga sebaiknya melakukan pengecekan sebelum melakukan perjalanan jauh untuk memastikan kondisi kendaraan tetap optimal.
Waktu terbaik memeriksa tekanan ban adalah ketika ban masih dingin, misalnya pada pagi hari sebelum kendaraan digunakan. Saat mobil sudah menempuh perjalanan, suhu ban meningkat dan dapat membuat hasil pengukuran tekanan menjadi kurang akurat.
TPMS Membantu Pengemudi Memantau Tekanan Ban
Seiring perkembangan teknologi otomotif, banyak mobil modern kini telah dibekali fitur Tire Pressure Monitoring System (TPMS). Sistem ini memungkinkan pengemudi memantau kondisi tekanan ban secara langsung melalui panel instrumen kendaraan.
Jika tekanan angin berada di bawah atau di atas batas yang direkomendasikan, sistem akan memberikan peringatan melalui lampu indikator pada dasbor. Dengan begitu, pengemudi dapat segera melakukan penyesuaian sebelum memengaruhi keselamatan maupun efisiensi bahan bakar.
Keberadaan TPMS juga membantu mengurangi risiko pengemudi terlambat mengetahui adanya kebocoran atau penurunan tekanan ban yang terjadi secara perlahan.
Dampak Besar dari Langkah Sederhana
Menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan merupakan salah satu bentuk perawatan kendaraan yang paling sederhana namun sering diabaikan. Padahal, langkah ini dapat membantu menghemat konsumsi bahan bakar, meningkatkan kenyamanan berkendara, memperpanjang usia ban, serta menjaga keselamatan selama perjalanan.
Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya menjadikan pemeriksaan tekanan ban sebagai rutinitas sebelum berkendara. Hanya dengan beberapa menit pengecekan, pengemudi dapat menghindari pemborosan BBM sekaligus mengurangi berbagai risiko yang mungkin terjadi di jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online












































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)
