PSIM Jogja Resmi Lepas Anton Fase Jelang Super League

3 hours ago 3

PSIM Jogja Resmi Lepas Anton Fase Jelang Super League

Penyerang PSIM Jogja, Rafinha (dua dari kiri), berselebrasi seusai mencetak gol ke gawang PSIS Semarang dalam laga pramusim Super League 2025/2026 di Stadion Mandala Krida Jogja, Selasa (29/7/2025). - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan

Harianjogja.com, JOGJA — PSIM Jogja kembali merombak komposisi skuad menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Terbaru, Laskar Mataram resmi mengakhiri kerja sama dengan winger asal Belanda, Anton Fase.

Kepergian Anton menambah daftar pemain yang dilepas PSIM pada bursa transfer pramusim. Sebelumnya, manajemen telah lebih dulu berpisah dengan Andy Setyo, Ikhsan Chan, serta dua pemain asing Deri Corfe dan Donny Warmerdam.

General Manager PSIM Jogja, Steven Sunny, menjelaskan bahwa Anton sejatinya sempat tampil menjanjikan pada awal musim. Namun, cedera yang dialami membuat kontribusinya tidak maksimal.

“Di awal musim, penampilannya cukup bagus dan sangat membantu tim. Sayangnya, dia mengalami cedera retak di bagian jari kaki pada pertengahan musim, dan proses pemulihannya memakan waktu lebih lama dari ekspektasi,” ujar Steven, Jumat (3/7/2026).

Anton direkrut untuk memperkuat sektor sayap kiri, meski juga fleksibel bermain di sisi kanan. Namun, cedera membuat pemain kelahiran Haarlem, Belanda itu lebih sering menepi. Sepanjang musim, ia hanya tampil dalam sembilan pertandingan dari total 34 laga yang dijalani PSIM.

Meski kesempatan bermain terbatas, Anton tetap mampu memberi kontribusi di lini serang. Ia mencatatkan dua gol serta delapan tembakan tepat sasaran dari total 12 percobaan.

Tak hanya itu, efektivitasnya dalam distribusi bola juga terlihat dengan torehan 143 umpan sukses dari 168 percobaan sepanjang kompetisi.

Manajemen PSIM pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan Anton selama berseragam Laskar Mataram.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan dedikasi Anton bersama tim. Kami juga mendoakan yang terbaik untuk perjalanan kariernya ke depan,” kata Steven.

Sementara itu, Anton Fase mengaku meninggalkan Jogja dengan kesan mendalam. Ia merasakan atmosfer kekeluargaan sejak pertama bergabung dengan tim.

“Sejak awal saya datang, semua orang sangat membantu, penuh perhatian, dan peduli. Saya merasa bahagia dengan hubungan yang terjalin bersama pemain, staf, dan seluruh elemen klub,” ujarnya.

Anton juga mengaku terkesan dengan dukungan suporter PSIM yang menurutnya luar biasa sepanjang musim. Ia pun berharap Laskar Mataram bisa meraih hasil lebih baik ke depan.

“Saya bangga pernah bermain untuk klub yang luar biasa dengan suporter yang hebat. Semoga PSIM meraih kesuksesan di musim depan. Sampai jumpa lagi,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |