Minum Teh Hijau Setelah Makan Malam, Bantu Turunkan Kolesterol

6 hours ago 4

Harianjogja.com, JAKARTA — Minum teh hijau setelah makan malam ternyata bisa menjadi kebiasaan sederhana yang mendukung kesehatan jantung, terutama bagi penderita kolesterol tinggi. Namun, para ahli menegaskan bahwa manfaatnya tidak bersifat instan dan tetap harus dibarengi gaya hidup sehat.

Ahli gizi Serena Pratt, M.S., RDN, menjelaskan bahwa teh hijau mengandung senyawa aktif seperti katekin dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan sekaligus antiinflamasi. Kandungan ini membantu melindungi jantung dan pembuluh darah dari kerusakan.

Salah satu senyawa utama dalam teh hijau adalah epigallocatechin gallate (EGCG). Zat ini diketahui dapat membantu metabolisme kolesterol dengan mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh serta melindungi kolesterol jahat (LDL) dari proses oksidasi yang memicu penumpukan plak di arteri.

“Teh hijau tidak secara langsung mendetoksifikasi kolesterol, tetapi katekinnya dapat membantu mendukung metabolisme kolesterol dalam jangka panjang,” ujar Pratt dikutip Jumat (3/7/2026)

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan LDL, meskipun efeknya tergolong moderat. Banyak studi menggunakan ekstrak teh hijau dengan kadar katekin lebih tinggi dibandingkan seduhan biasa.

Artinya, minum satu cangkir teh hijau setelah makan malam tidak akan langsung menurunkan kolesterol secara signifikan. Namun jika dijadikan kebiasaan harian, minuman ini bisa menjadi bagian dari pola hidup sehat yang mendukung kesehatan jantung.

Selain itu, teh hijau juga dapat menjadi alternatif lebih sehat dibanding minuman manis atau berlemak yang sering dikonsumsi setelah makan malam, seperti kopi dengan gula tinggi, minuman berbasis krim, atau dessert.

Ahli gizi Amy Davis, RD, LDN, menambahkan bahwa teh hijau membantu mengurangi asupan gula, lemak jenuh, dan kalori berlebih jika digunakan sebagai pengganti minuman lain. Namun ia mengingatkan agar memilih teh hijau tanpa pemanis tambahan.

“Teh kemasan, matcha latte manis, atau minuman ala kafe bisa justru menambah asupan gula,” jelasnya.

Mengacu pada rekomendasi American Heart Association, konsumsi gula tambahan sebaiknya dibatasi maksimal 6 sendok teh per hari untuk wanita dan 9 sendok teh untuk pria.

Meski bermanfaat, Davis menegaskan bahwa menjaga kolesterol tetap sehat membutuhkan pendekatan menyeluruh. Pola makan seimbang, olahraga rutin, tidur cukup, hingga pengobatan medis jika diperlukan tetap menjadi faktor utama.

Kebiasaan lain yang dianjurkan antara lain mengganti makanan tinggi lemak jenuh dengan lemak tak jenuh, serta meningkatkan konsumsi serat larut dari makanan seperti oat, barley, buah, dan sayuran.

Dengan kata lain, teh hijau bisa menjadi pelengkap gaya hidup sehat, bukan solusi tunggal. Konsistensi dalam menjaga pola hidup tetap menjadi kunci utama dalam mengendalikan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |