Persebaya Banyak Peluang, Tapi Madura Lebih Mematikan di Super League

3 hours ago 4

Persebaya Banyak Peluang, Tapi Madura Lebih Mematikan di Super League Logo BRI Super League. / Ist

Harianjogja.com, SURABAYA—Persebaya Surabaya harus menerima kenyataan pahit meski tampil dominan saat menghadapi Madura United dalam lanjutan Super League Indonesia. Tim tuan rumah kalah efektivitas, sementara lawan mampu mengubah peluang terbatas menjadi gol penentu kemenangan.

Laga di Stadion Gelora Bung Tomo, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026) malam berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Madura United. Hasil ini terasa kontras dengan jalannya pertandingan yang sempat dikuasai Persebaya.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menilai perbedaan utama terletak pada efektivitas permainan.

“Pertandingan yang bagus dengan peluang bagi kedua tim, tapi mereka punya dua tembakan ke gawang dan mencetak dua gol,” kata Tavares saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat malam.

Ia menjelaskan, skuad Persebaya sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang, terutama pada babak pertama yang belum bisa dikonversi menjadi gol.

Sementara di babak kedua, lanjutnya, Persebaya sempat kesulitan mengawali permainan, sebelum akhirnya mampu meningkatkan intensitas serangan dan menguasai area ofensif.

Tavares menilai anak asuhnya sudah menunjukkan perkembangan permainan dengan memanfaatkan ruang serta mengisi posisi di tiang dekat dan jauh untuk menciptakan peluang.

“Kami berkembang di babak kedua, menguasai bola di area ofensif dan menciptakan beberapa peluang,” tuturnya.

Namun demikian, ia mengakui keberuntungan belum berpihak kepada tim berjuluk Bajol Ijo itu karena beberapa peluang gagal berbuah gol akibat diblok pemain bertahan lawan maupun tidak tepat sasaran.

Ia menegaskan bahwa hasil akhir pertandingan tidak selalu mencerminkan jalannya laga, mengingat Persebaya memiliki lebih banyak peluang dibandingkan Madura United.

“Terkadang sepak bola seperti itu, mereka punya dua tembakan dan mencetak dua gol,” jelasnya.

Disiplin Bertahan Jadi Kunci

Di sisi lain, pelatih sementara Madura United Rakhmad Basuki mengungkapkan bahwa disiplin dalam bertahan serta efektivitas untuk memanfaatkan transisi permainan, menjadi kunci membungkam tuan rumah.

"Sepak bola itu tentang bertahan, kami tekankan pemain harus kuat dalam bertahan dan mereka mampu menjalankan itu dengan baik malam ini," kata Rakhmad saat konferensi pers usai pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat malam.

Ia menjelaskan, strategi tersebut telah dipersiapkan sejak sesi latihan, terutama dalam membangun organisasi pertahanan yang solid untuk meredam tekanan tuan rumah.

Selain itu, kata dia, pemain juga diberikan kebebasan untuk berkreasi saat menyerang, khususnya ketika berhasil melakukan transisi dari bertahan ke menyerang.

Ia menilai pendekatan tersebut mampu dimaksimalkan hingga menghasilkan dua gol yang menjadi penentu kemenangan.

"Skenario ini sudah kami latih, ketika bertahan harus mengikuti skema, tetapi saat menyerang silakan gunakan kreativitas masing-masing," ucapnya.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi kinerja lini belakang yang mampu menahan gempuran Persebaya sepanjang pertandingan dan hanya kebobolan satu gol.

Ia menilai soliditas pertahanan menjadi fondasi utama dalam mengamankan tiga poin di kandang lawan.

"Saya jujur memuji pertahanan kami malam ini karena mereka tampil disiplin dan menjalankan instruksi dengan baik," tuturnya.

Selain itu, Rakhmad menekankan pentingnya fokus terhadap permainan sendiri tanpa terpengaruh hasil tim lain, terutama dalam upaya menjauh dari zona degradasi.

Ia meminta para pemain untuk terus menjaga konsistensi hingga akhir musim kompetisi.

"Kami hanya perlu fokus pada diri sendiri, terus bertarung dan tidak kehilangan poin sampai musim selesai," ujarnya.

Kekompakan Jadi Modal Madura

Pemain Madura United Pedro Monteiro menilai kemenangan tersebut tidak lepas dari semangat juang tim yang terus terjaga sepanjang pertandingan, meski mendapat tekanan dari tuan rumah.

"Kami bertahan bersama dan menyerang bersama, itu yang membuat kami bisa mendapatkan tiga poin di laga yang tidak mudah ini," kata Pedro.

Ia menyebut kekompakan tim menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara lini pertahanan dan serangan.

Lebih lanjut, ia menambahkan kemenangan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi laga berikutnya, mengingat posisi tim masih berada dalam tekanan di papan bawah klasemen.

"Kami harus terus melanjutkan perjuangan ini karena situasi kami masih belum aman," tuturnya.

Sementara itu, kapten tim Francisco Rivera mengaku kecewa dengan hasil yang diraih, meskipun tim telah berusaha menjalankan instruksi pelatih sepanjang pertandingan.

Ia menilai Persebaya sebenarnya mampu mengontrol permainan dan menciptakan peluang, namun kegagalan dalam memanfaatkan kesempatan menjadi faktor utama kekalahan.

Meski demikian, ia memastikan tim akan segera bangkit dan fokus memperbaiki kekurangan pada laga berikutnya.

“Kami akan bekerja keras minggu depan dan berjuang 100 persen,” ucapnya.

Kekalahan ini menjadi pengingat bagi Persebaya bahwa dominasi permainan belum cukup tanpa efektivitas di depan gawang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |