Pemkot Jogja Gelar Parade Kendaraan Nir Emisi

7 hours ago 2

Pemkot Jogja Gelar Parade Kendaraan Nir Emisi

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo berbincang dengan salah satu pengendara becak listrik dalam  Parade Kendaraan Nir Emisi dalam rangkaian peringatan HUT ke-79 Kota Jogja di Jalan Ipda Tut Harsono, Sabtu (6/6/2026). (Istimewa)

JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus mempercepat upaya mewujudkan kota rendah emisi melalui pengembangan transportasi ramah lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Parade Kendaraan Nir Emisi dalam rangkaian peringatan HUT ke-79 Kota Jogja di Jalan Ipda Tut Harsono, Sabtu (6/6/2026).

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menuturkan penggunaan kendaraan rendah emisi merupakan bagian dari arah pembangunan Kota Jogja di masa depan. Menurutnya, transportasi ramah lingkungan tidak lagi sekadar menjadi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Upaya mendorong transportasi rendah emisi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian dari kebutuhan dan arah pembangunan Kota Jogja di masa depan,” katanya.

Menurut Hasto, berbagai langkah telah dilakukan Pemkot Jogja untuk mendukung transformasi tersebut. Mulai dari penataan kawasan pedestrian, penguatan ruang publik yang ramah pejalan kaki, pengembangan jalur sepeda, hingga program konversi becak motor menjadi becak listrik.

Ia menilai keberadaan becak listrik menjadi contoh bagaimana inovasi teknologi dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal. Dengan beralih ke kendaraan listrik, transportasi tradisional khas Jogja tetap dapat dipertahankan sekaligus berkontribusi dalam mengurangi emisi.

“Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan kota yang lebih sehat, manusiawi, dan berkelanjutan tanpa meninggalkan identitas khas Jogja,” ujarnya.

Meski begitu, Hasto menegaskan transformasi menuju transportasi rendah emisi harus dilakukan secara bertahap dan melibatkan seluruh pihak. Menurutnya, perubahan tersebut tidak boleh menimbulkan kesenjangan sosial maupun ekonomi di masyarakat.

“Kita tidak ingin perubahan ini justru menimbulkan kesenjangan baru. Sebaliknya, kita ingin memastikan bahwa transformasi menuju kota yang lebih hijau juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Karena itu, Pemkot Jogja mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat untuk mempercepat terwujudnya sistem transportasi yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, pengayuh becak listrik, Warsidi, mengaku biaya operasional menjadi jauh lebih hemat karena tidak lagi harus membeli bahan bakar setiap hari sebagaimana saat masih menggunakan becak motor. Pria tersebut mengaku telah menggunakan kendaraan listrik itu sejak setahun terakhir.

“Lebih irit dibanding dulu pakai bentor karena tidak perlu beli bensin lagi. Jadi pengeluaran sehari-hari bisa berkurang,” ujarnya.

Menurutnya, pengisian daya baterai juga relatif mudah. Ia biasa mengisi daya di stasiun pengisian yang tersedia di kawasan Stasiun Tugu Jogja secara gratis. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai dari kondisi kosong hingga penuh sekitar tiga jam.

Selain mengurangi biaya operasional, Warsidi menilai becak listrik lebih nyaman digunakan karena tidak menimbulkan suara bising dan lebih ramah lingkungan. Ia berharap program pengembangan becak listrik dapat terus diperluas sehingga semakin banyak pengemudi transportasi tradisional yang merasakan manfaatnya. Di sisi lain, penggunaan kendaraan listrik juga diharapkan dapat membantu mengurangi polusi udara di Kota Jogja.

Melalui parade kendaraan nir emisi tersebut, Pemkot Jogja berharap kesadaran masyarakat terhadap penggunaan transportasi ramah lingkungan semakin meningkat sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Parade tersebut diikuti oleh puluhan mobil dan becak listrik. Puluhan kendaraan itu melintasi sejumlah jalan utama di Kota Jogja. Beberapa ruas jalan yang dilalui antara lain Jalan Timoho, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Margo Utomo, Malioboro, Jalan Senopati, dan Jalan Kusuma Negara. (Adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |