New York Jadi Kota Wisata Paling Menarik 2026, Bangkok Masuk 10 Besar

4 hours ago 2

Jumali

Jumali Selasa, 04 Agustus 2026 23:27 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan destinasi wisata dunia memasuki babak baru. Jika selama ini popularitas sebuah kota sering diukur dari jumlah wisatawan yang datang atau tingkat okupansi hotel, kini ukuran tersebut mulai bergeser ke aspek yang lebih mendalam, yakni pengalaman dan kesan yang dirasakan pengunjung.

Temuan itu terungkap dalam Indeks Daya Tarik Kota Pariwisata Global 2026 yang dirilis Yanolja Research bekerja sama dengan Purdue University dan Kyung Hee University. Laporan yang dikutip dari Euronews tersebut memetakan kota-kota dengan daya tarik wisata tertinggi berdasarkan persepsi dan percakapan wisatawan di berbagai platform digital.

Penelitian ini menganalisis percakapan media sosial dalam 14 bahasa yang membahas 200 destinasi wisata dunia. Tujuannya bukan sekadar mengetahui kota mana yang paling terkenal, melainkan memahami alasan sebuah destinasi mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para pelancong.

Berbeda dengan pemeringkatan pariwisata konvensional yang mengandalkan data kunjungan atau tingkat hunian hotel, indeks ini menggunakan dua indikator utama untuk mengukur daya tarik sebuah kota.

Indikator pertama adalah Kesadaran Kognitif (Cognitive Awareness), yakni tingkat pengenalan sebuah kota di mata wisatawan global. Faktor ini mengukur seberapa sering suatu destinasi muncul dalam percakapan perjalanan, mudah dikenali, serta menjadi pilihan yang langsung terlintas ketika seseorang merencanakan liburan.

Sementara itu, indikator kedua adalah Daya Tarik Afektif (Affective Appeal). Aspek ini menilai seberapa menyenangkan pengalaman wisata yang ditawarkan, seberapa kuat kesan emosional yang ditinggalkan, hingga kemungkinan wisatawan merekomendasikan kota tersebut kepada orang lain.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, para peneliti menelaah 419 kata dan frasa kunci yang berkaitan dengan pengalaman wisata. Mulai dari kuliner kaki lima, galeri seni, kawasan bersejarah, pemandangan alam, hingga kualitas layanan hotel dan fasilitas wisata lainnya.

Menurut Dr. SooCheong (Shawn) Jang, Profesor di Purdue University sekaligus Direktur Yanolja Research, hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan besar dalam cara wisatawan memilih destinasi.

"Indeks 2026 menunjukkan bahwa kota-kota pariwisata yang paling kompetitif bukan lagi sekadar tempat yang paling banyak dikunjungi atau paling banyak dipromosikan," kata Jang.

Hasil pemeringkatan menempatkan New York, Amerika Serikat, sebagai kota dengan daya tarik pariwisata tertinggi di dunia pada 2026. Kota ini dinilai mampu menggabungkan popularitas global dengan pengalaman wisata yang berkesan bagi pengunjung.

Paris, Prancis, berada di posisi kedua berkat kombinasi budaya, sejarah, seni, dan romantisme yang terus menjadi magnet wisatawan internasional.

Jepang menunjukkan dominasinya dengan menempatkan tiga kota sekaligus di jajaran 10 besar. Osaka berada di peringkat ketiga, diikuti Kyoto pada posisi keempat dan Okinawa di urutan kesembilan.

Korea Selatan juga mempertahankan reputasinya sebagai salah satu pusat wisata Asia melalui Seoul yang menempati posisi kelima.

Sementara itu, London di Inggris berada di urutan keenam, disusul Roma, Italia, pada posisi ketujuh. Bangkok menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang berhasil masuk delapan besar, menempati posisi kedelapan berkat kekuatan kuliner, budaya, dan kehidupan kotanya yang dinamis.

Posisi terakhir dalam daftar 10 besar ditempati Chicago, Amerika Serikat.

Daftar 10 Kota Pariwisata Paling Menarik di Dunia 2026

  1. New York, Amerika Serikat
  2. Paris, Prancis
  3. Osaka, Jepang
  4. Kyoto, Jepang
  5. Seoul, Korea Selatan
  6. London, Inggris
  7. Roma, Italia
  8. Bangkok, Thailand
  9. Okinawa, Jepang
  10. Chicago, Amerika Serikat

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wisatawan modern semakin mencari pengalaman yang autentik dan berkesan. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kota-kota yang mampu menciptakan koneksi emosional dengan pengunjung dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan daya tariknya dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |