Pembangunan IKN Masuk Tahap Baru, Otorita Ajukan Rp2,7 Triliun

8 hours ago 1

Pembangunan IKN Masuk Tahap Baru, Otorita Ajukan Rp2,7 Triliun

Salah satu embung yang terdapat di IKN.ist/pupr

Harianjogja.com, JAKARTA—Tambahan anggaran sebesar Rp2,7 triliun diusulkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk mendukung pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) tahap berikutnya. Dana tersebut direncanakan untuk mendanai proyek tahun jamak periode 2026-2028 yang mencakup pembangunan batch ketiga, pengelolaan aset yang telah terbangun, hingga pembebasan lahan di kawasan IKN.

Usulan tambahan anggaran itu disampaikan ketika realisasi komitmen belanja pembangunan IKN menunjukkan perkembangan yang cukup tinggi pada semester pertama tahun 2026. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa sejumlah proyek pembangunan di lapangan terus berjalan dan membutuhkan dukungan pembiayaan lanjutan.

Kepala Badan Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa usulan tambahan anggaran telah disampaikan secara resmi kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 18 Juni 2026.

"Kami telah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk kebutuhan tambahan anggaran tahun 2026 [yang telah diusulkan] pada tanggal 18 Juni 2026 yang akan digunakan untuk kebutuhan anggaran batch 3 dengan skema tahun jamak 2026-2028 sebesar Rp2,7 triliun," ujar Basuki di Kompleks Parlemen RI, Kamis (16/7/2026).

Tambahan dana tersebut akan digunakan untuk mendukung sejumlah kebutuhan strategis pembangunan IKN. Selain pembangunan fisik tahap baru, alokasi anggaran juga dipersiapkan untuk pengelolaan aset yang telah selesai dibangun agar dapat dimanfaatkan secara optimal serta mendukung proses pembebasan lahan yang diperlukan untuk pengembangan kawasan berikutnya.

Bagi masyarakat, kelanjutan pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan kawasan pusat pemerintahan baru yang terintegrasi. Dukungan pembiayaan juga dipandang penting untuk menjaga kesinambungan proyek sehingga pembangunan yang telah berjalan dapat dilanjutkan sesuai tahapan yang direncanakan.

Basuki menjelaskan, realisasi komitmen belanja OIKN hingga akhir semester pertama tahun 2026 telah mencapai 80,2 persen. Angka tersebut menggambarkan tingginya aktivitas kontraktual dalam pelaksanaan proyek pembangunan di kawasan IKN.

Sementara itu, realisasi pencairan dana melalui Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang diterbitkan Kementerian Keuangan tercatat mencapai Rp1,23 triliun atau sebesar 26,2 persen dari pagu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

"Sedangkan realisasi SP2D tercatat sebesar Rp1,23 triliun atau 26,2% dari pagu Dipa. Realisasi ini dihitung berdasarkan SP2D yang telah diterbitkan oleh Kementerian Keuangan," kata Basuki.

Sebagai informasi, pagu DIPA OIKN pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp6,26 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal pembangunan prasarana yang mendukung operasional serta pembangunan kawasan IKN.

Di sisi lain, pengembangan IKN juga memperoleh tambahan dukungan dari sektor investasi. Otorita IKN mengungkapkan bahwa komitmen investasi asing dari korporasi asal Korea Selatan senilai Rp1,2 triliun dijadwalkan mulai direalisasikan pada tahun ini.

Investasi tersebut akan difokuskan untuk pembangunan sektor perkantoran komersial di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Basuki mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung bersama calon investor untuk melihat lokasi pengembangan yang direncanakan.

"Sebentar lagi yang dari Korea Selatan, nama BUP-nya nanti Dian Jaya Indonesia, sekitar Rp1,2 triliun juga akan masuk bangun sektor perkantoran," ujar Basuki saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, Kamis (16/7/2026).

Realisasi investasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pembentukan ekosistem kota terpadu dan modern di kawasan KIPP IKN. Kehadiran investasi swasta juga menjadi pelengkap pembangunan yang dibiayai melalui APBN sehingga pengembangan kawasan dapat berlangsung secara lebih terintegrasi bersama pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |